Teheran (Tutur.co.id) – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat bahwa Iran sepenuhnya siap menghadapi eskalasi lebih lanjut di tengah memanasnya ketegangan geopolitik yang juga mengguncang pasar energi global.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Senin (9/3/2026), Araghchi menyinggung dampak ekonomi dari konflik yang sedang berlangsung. Ia juga menuduh Washington tengah berupaya menargetkan fasilitas strategis Iran.
“Sembilan hari sejak Operasi Epic Mistake, harga minyak telah berlipat ganda sementara seluruh komoditas melonjak tajam. Amerika Serikat sedang bersekongkol untuk menargetkan fasilitas minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat menahan guncangan inflasi yang sangat besar,” ujarnya.
Araghchi menegaskan Teheran telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas.
“Iran sepenuhnya siap,” tegasnya, sembari menambahkan peringatan bahwa negaranya “juga memiliki banyak kejutan yang telah disiapkan.”
Ketegangan di kawasan meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer bersama terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Ali Khamenei.
Menurut Pentagon, lebih dari 50.000 tentara Amerika Serikat terlibat dalam operasi militer yang disebut sebagai Operasi Epic Fury.
Teheran membalas dengan melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan dan aset militer Amerika Serikat. Iran menyebut serangan tersebut sebagai langkah pertahanan diri di tengah meningkatnya konflik di kawasan.

