Jakarta (Tutur.co.id) – Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator konflik antara Israel yang dibantu Amerika Serikat (AS)melawan Iran. Menurut Connie, Israel dan Iran itu bangsa dengan peradaban besar sedangkan Indonesia sendiri masih tampak ‘terlalu kecil’.
“Jadi kita ini siapa, tiba-tiba mau muncul diantara dua gajah dengan dua peradaban besar. Untuk menjadi mediator, kita ini jadi capung saja belum,” kata Connie Bakrie saat menjadi bintang tamu podcast Bang Don Super Opini Bersama Don Bosco Selamun.
Connie menjelaskan, alasannya menganalogikan Indonesia saat ini saja belum menjadi seekor capung tentu terkait dengan lambang negara Garuda.
“Sebenarnya kita itu Garuda, kenapa tadi saya bilang capung ya. Kapan kita jadi Garuda? padahal kita punya juga peradaban besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Bone, Tidore dan banyak lagi. Jadi kita punya darah peradaban besar memang,” terang Connie Bakrie.
Ia juga tak lupa menyoroti aksi Prabowo yang justru tak melambangkan Indonesia sebagai negara besar saat tampil di pentas dunia.
“Kalau kita baca buku Oppenheimer, kita malah turunan manusia Atlantik, tapi saya heran ada turunan manusia Atlantis namanya Presiden Prabowo Subianto mau dibawa ke Amerika Serikat disuruh pegang map sama orang yang negara baru 200 tahun,” katanya.
Menurut Connie, ia mengaku sangat sakit hati melihat Presiden Prabowo sebagai lambang negara yang dalam acara Board of Peace buatan Donald Trump justru tak memperlihatkan wibawa sebagai negara sebesar Indonesia.
“Waktu Trump memberikan map kepada Prabowo memang tidak ngomong yatapi kan kayak mau bilang ‘Indonesia pegang nih’ dan gesturenya kaya memberi apa gitu,” pungkas Connie.

