Mahabad (Tutur.co.id) – Gelombang serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah wilayah Kurdi di Iran dan menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas keamanan. Salah satu bangunan yang terdampak disebut merupakan kantor polisi di kota Eyvan, Provinsi Ilam.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing bangunan yang rusak parah. Video tersebut dipublikasikan oleh kanal Telegram Vahid Online dan menunjukkan kondisi bangunan yang diduga sebagai kantor polisi setempat setelah terkena serangan.
Dalam dua hari terakhir, beberapa kota di wilayah Kurdi Iran dilaporkan berada di bawah serangan udara intensif. Kota-kota seperti Sanandaj, Saqqez, dan Baneh disebut-sebut menjadi sasaran serangan yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat.
Serangan juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Provinsi Ilam, wilayah perbatasan Iran yang berbatasan langsung dengan Irak dan dikenal memiliki populasi Kurdi yang cukup besar.
Pada Kamis, (5/3/2026), beberapa fasilitas kepolisian Iran dilaporkan turut menjadi target serangan udara. Di antaranya markas polisi investigasi kriminal serta sejumlah kantor polisi di berbagai kota, termasuk di ibu kota Teheran.
Sehari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengeluarkan pernyataan yang meminta warga Iran untuk tetap berada di rumah di tengah meningkatnya ketegangan dan operasi militer yang sedang berlangsung.
Hingga kini pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai skala kerusakan maupun jumlah korban akibat serangan tersebut. Namun berbagai video dan laporan yang beredar menunjukkan bahwa situasi keamanan di sejumlah wilayah Iran, terutama di kawasan Kurdi, sedang berada dalam kondisi sangat tegang.

