Manggarai Barat, NTT (tutur.co.id) — Bau menyengat dari bangkai kamar kapal yang terombang-ambing di Selat Padar mengantarkan nelayan Pulau Komodo pada satu temuan sunyi: sebuah jenazah. Polisi memastikan jasad itu diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah, kapal yang karam sejak akhir Desember lalu di perairan Taman Nasional Komodo.
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengonfirmasi penemuan satu jenazah baru yang diduga kuat terkait tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah. Jenazah ditemukan pada Selasa, 6 Januari 2026, di koordinat -8°38,87163’ 119°28,62259’, kawasan perairan Selat Padar, wilayah Taman Nasional Komodo.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Henry Novika Chandra, membenarkan temuan tersebut. Menurut dia, jenazah kini berada di RS Komodo Labuan Bajo untuk menjalani proses identifikasi.
“Benar, hari ini ditemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Saat ini masih dalam proses identifikasi,” kata Henry, Selasa sore.
Penemuan bermula sekitar pukul 13.00 Wita. Dua nelayan Pulau Komodo, Saiful dan Hadi Kusuma, melihat bangkai kamar kapal mengapung di laut. Potongan itu diduga kuat bagian dari KM Putri Sakinah yang dilaporkan tenggelam di Selat Padar Utara pada 26 Desember 2025.
Dengan bantuan nelayan lain, bangkai kamar kapal tersebut ditarik ke Pantai Pede. Setibanya di darat, bau menyengat tercium dari dalam bangkai. Saat dibongkar, satu jenazah ditemukan terkurung di dalamnya.
Nelayan segera melaporkan temuan itu kepada tim SAR gabungan. Sekitar pukul 14.00 Wita, tim bergerak menuju lokasi menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa dari SAR Maumere. Evakuasi dilakukan setengah jam kemudian dengan menggunakan kantong jenazah.
Jenazah diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo pada pukul 16.40 Wita dan tiba sekitar pukul 18.10 Wita. Dari pelabuhan, jenazah langsung dibawa ke RS Komodo untuk pemeriksaan lanjutan.
Henry menjelaskan, identifikasi dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda NTT, melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda NTT. Kepastian identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan bukti primer, termasuk data gigi.
Polda NTT juga menyatakan menghormati permintaan keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik melalui dokumentasi visual maupun pemberitaan, demi menjaga privasi dan nilai kemanusiaan.
Hingga kini, operasi pencarian masih berlanjut. Tim SAR gabungan terus menyisir perairan sekitar Selat Padar untuk mencari korban lain yang diduga masih hilang.
“Situasi di lapangan aman dan terkendali,” ujar Henry.

