Pasuruan (tutur.co.id) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan menggelar razia di sejumlah wisma kawasan Prigen sebagai langkah penertiban menjelang Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Operasi ini dilakukan untuk memastikan kawasan wisata tersebut bebas dari aktivitas terlarang, termasuk praktik prostitusi.
Razia melibatkan personel Satpol PP bersama jajaran Kasi Trantib Kecamatan Prigen guna memperkuat pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan pelanggaran.
Dalam penyisiran yang dilakukan, petugas menemukan satu wisma yang masih menerima tamu meskipun telah ada imbauan penertiban. Dari lokasi tersebut, aparat mengamankan 10 perempuan yang diduga terlibat dalam aktivitas melanggar aturan.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, mengonfirmasi bahwa sebagian besar perempuan yang terjaring berasal dari luar Provinsi Jawa Timur, termasuk dari Bandung, Jawa Barat.
Suyono menyebutkan bahwa setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, seluruhnya langsung dipulangkan ke daerah asal pada hari yang sama sebagai bentuk tindakan tegas sekaligus preventif.
Pengamanan Wilayah Selama Ramadan
Penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat selama bulan suci Ramadan. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa gangguan aktivitas yang melanggar norma dan peraturan daerah.
Suyono menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pengelola tempat usaha yang tetap membandel. Satpol PP akan terus melakukan patroli rutin dan pemantauan berkala di kawasan Prigen untuk mencegah praktik serupa kembali terjadi.
Pendekatan Persuasif dan Pengawasan Berkelanjutan
Selain tindakan represif, pemerintah daerah juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui pembinaan dan imbauan kepada pengelola usaha. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi pelanggaran tanpa menimbulkan gejolak sosial.
Kawasan Prigen sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Pasuruan menjadi perhatian khusus dalam aspek ketertiban dan citra daerah. Dengan pengawasan intensif menjelang dan selama Ramadan 2026, Pemkab Pasuruan menargetkan terciptanya lingkungan yang kondusif dan tertib bagi masyarakat maupun wisatawan. (sas)

