Teheran (Tutur.co.id) – Nama Ali Larijani kembali tampil ke permukaan. Pembawaannya yang kalem membuat sosok Ali Larijani selama ini dianggap orang paling tenang dalam lingkaran elit Republik Islam Iran. Maklum ia adalah negosiator andal yang dimiliki Iran.
Namun semua berubah menyusul serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Mendadak sang intelektual penulis buku tentang filsuf Jerman abad 18, Immanuel Kant, ini menjadi sangat murka.
Tampil di televisi pemerintah, pria 67 tahun yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran itu berubah secara drastis. Tampil di televisi pemerintah hanya 24 jam setelah serangan udara gabungan AS-Israel, Larijani menyampaikan pesan berapi-api.
“Amerika dan rezim Zionis [Israel] telah membakar hati bangsa Iran. Kami akan membakar hati mereka, kami akan membuat para kriminal zionis dan orang -orang Amerika yang tahau malu menyesali tindakan mereka,” kata Ali Larijani.
Pernyataan tersebut menandai transformasi tajam seorang tokoh yang sebelumnya dikenal sebagai diplomat rasional. Larijani bahkan menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah terjerumus ke dalam jebakan Israel.
“Para prajurit pemberani dan bangsa besar Iran akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada para penindas internasional yang kejam,” tegasnya.
Kini, Larijani berada di pusat respons Teheran untuk menghadapi segala kemungkinan. Ia diperkirakan akan memainkan peran penting bersama dewan transisi beranggotakan tiga orang yang menjalankan pemerintahan Iran pasca wafatnya Khamenei.

