Buriram (tutur.co.id) – Balapan utama MotoGP Thailand 2026 di Chang International Circuit, Buriram, Minggu (1/3/2026), berakhir pahit bagi Marc Marquez. Pembalap Ducati Lenovo Team itu gagal menyelesaikan lomba setelah mengalami pecah ban belakang pada lap ke-21.
Insiden tersebut terjadi saat Marquez melintasi tikungan keempat. Motor Desmosedici yang ditungganginya kehilangan traksi akibat kerusakan pada pelek belakang, sehingga memaksanya menghentikan balapan lebih awal. Hasil itu membuat Marquez gagal menambah poin dalam seri pembuka paruh musim ini.
Marquez memulai balapan dari posisi kedua. Namun, ia sempat kehilangan posisi setelah disalip Raul Fernandez dan kemudian kembali tertekan oleh Jorge Martin serta Pedro Acosta.
Meski turun ke posisi kelima pada awal lomba, juara dunia kelas utama tujuh kali itu tetap menunjukkan perlawanan. Ia terlibat duel ketat dengan Martin dan Acosta dalam perebutan posisi tiga besar hingga memasuki lap ke-20.
Sayangnya, persaingan tersebut harus terhenti ketika ban belakangnya tiba-tiba kehilangan tekanan akibat pecah pelek saat melibas kerbs di tikungan 4.
Manajemen Ducati Lenovo Team segera memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Davide Tardozzi selaku manajer tim menjelaskan bahwa kerusakan bermula dari benturan keras pada kerbs yang menyebabkan pelek belakang pecah, lalu memicu kebocoran ban.
Menurut Tardozzi, kejadian seperti ini sangat jarang terjadi di MotoGP. Ia menilai benturan dengan sisi apex tikungan menjadi faktor utama yang merusak struktur pelek.
Marquez sendiri mengaku heran dengan insiden tersebut. Ia menyebut telah melewati kerbs yang sama berkali-kali sepanjang akhir pekan tanpa kendala berarti. Namun kali ini, benturan yang dirasakannya terasa berbeda dan langsung berdampak fatal pada ban belakang.
Ia sempat mencoba mengambil jalur luar demi menghindari risiko lebih besar, tetapi justru memperparah kerusakan pada pelek. Dalam hitungan detik, tekanan ban menurun drastis hingga membuatnya tak bisa melanjutkan balapan.
Dari sisi pemasok ban, Michelin turut memberikan penjelasan. Piero Taramasso menyatakan bahwa masalah pelek melengkung memang terjadi sepanjang akhir pekan di Buriram.
Ia mengungkapkan suhu lintasan yang sangat panas membuat material roda lebih rentan terhadap deformasi. Ditambah karakteristik kerbs di Chang International Circuit yang tajam, risiko kerusakan meningkat ketika pembalap melintasinya dengan agresif.
Taramasso mencontohkan bahwa Jorge Martin juga mengalami masalah serupa, meski dampaknya berbeda. Pada motor Martin, pelek depan mengalami pelengkungan yang menyebabkan tekanan ban turun secara bertahap, sedangkan pada motor Marquez kebocoran terjadi secara instan.
Kegagalan finis di balapan utama membuat Marc Marquez hanya membawa pulang sembilan poin dari seri Thailand, hasil finis kedua pada sprint race sehari sebelumnya.
Tambahan poin yang minim itu membuatnya kini berada di posisi kedelapan klasemen sementara MotoGP 2026. Ia tertinggal 23 poin dari Pedro Acosta yang memimpin persaingan awal musim.
Insiden di Buriram menjadi pukulan bagi Marquez dan Ducati, terutama dalam momentum krusial persaingan papan atas. Seri berikutnya diprediksi akan menjadi ajang pembuktian bagi pembalap asal Spanyol tersebut untuk kembali ke jalur perebutan gelar. (sas)

