Washington DC (Tutur.co.id) – Di tengah eskalasi serangan militer yang terus berlangsung terhadap Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa operasi yang dilakukan belum mencapai puncaknya. Bahkan, ia menyebut gelombang serangan terbesar akan segera datang.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara pada Senin pagi bersama jurnalis senior Jake Tapper dari CNN. Dalam siaran tersebut, Tapper mengungkap isi percakapannya dengan orang nomor satu di negara Paman Sam itu.
“Saya baru saja menutup telepon dengan Presiden Trump. Presiden mengatakan, kami benar-benar menghajar mereka,” kata Jake Tapper menyampaikan ucapan Trump.
Masih menurut Tapper, Presiden Trump juga mengklaim bahwa ia semula merancang kampanye militer terhadap Iran berlangsung selama empat pekan, namun pelaksanaannya disebut berjalan lebih cepat dari jadwal.
“Tapi saat ini kami ingin semua orang tetap berada di dalam rumah. Di luar sana tidak aman. Dan kemudian presiden mengatakan situasinya akan menjadi lebih tidak aman lagi,” kata Tapper mengutip pernyataan Trump yang mencoba memperingatkan rakyat Iran.
Tak hanya itu, Trump memberi sinyal bahwa eskalasi yang lebih besar masih akan terjadi dalam waktu dekat.
“Dia mengatakan, kami (AS) bahkan belum mulai menghajar mereka dengan keras,. Gelombang besar itu bahkan belum terjadi. Yang besar akan segera datang,” ancam Trump yang disampaikan Tapper.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah Amerika Serikat memandang operasi militer ini sebagai bagian dari strategi yang lebih luas. Isyarat tentang “gelombang besar” yang belum terjadi semakin mempertegas potensi peningkatan intensitas konflik di Kawasan Teluk dalam beberapa pekan ke depan.

