Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Tertekan Sentimen Perang, Berpotensi Uji Support 7.860–7.900

IHSG Tertekan Sentimen Perang, Berpotensi Uji Support 7.860–7.900

Market Gusti Tetiro03 Maret 2026 / 07:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan tekanan tajam di tengah memanasnya konflik geopolitik global. Pada Senin (2/3/2026), IHSG terkoreksi 2,66% ke level 8.016,8 dan kini dibayangi potensi pelemahan lanjutan menuju area support 7.860–7.900 pada perdagangan Selasa (3/3/2026).

Analis Phintraco Sekuritas menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu aksi penghindaran risiko (risk-off) di pasar global. Investor cenderung melepas aset berisiko, termasuk saham di emerging market seperti Indonesia.

Lonjakan harga minyak mentah turut memperkuat kekhawatiran inflasi global. Jika tekanan harga energi bertahan, pasar menilai bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama—sentimen yang kurang ramah bagi pasar ekuitas.

Meski demikian, pelemahan IHSG tidak berlangsung tanpa penahan. Saham-saham sektor energi dan tambang emas menguat, terdorong reli harga komoditas, sehingga membantu indeks bertahan di atas level psikologis 8.000.

Secara teknikal, IHSG masih berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari (MA200). Namun, indikator MACD menunjukkan penyempitan histogram positif dan membuka peluang terbentuknya pola death cross. “Jika IHSG menembus ke bawah level 8.000, indeks berpotensi menguji support berikutnya di 7.860–7.900,” tulis Phintraco.

Tekanan eksternal juga tercermin pada nilai tukar rupiah yang ditutup melemah ke Rp16.868 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia.

Dari dalam negeri, data ekonomi menunjukkan dinamika campuran. Inflasi Februari 2026 naik 0,68% secara bulanan, berbalik dari deflasi pada Januari. Secara tahunan, inflasi meningkat ke 4,76%, tertinggi sejak Maret 2023, didorong kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjelang Ramadan.

Surplus neraca perdagangan menyusut menjadi 0,95 miliar dolar AS pada Januari 2026 akibat lonjakan impor yang melampaui pertumbuhan ekspor. Namun, aktivitas manufaktur tetap ekspansif dengan PMI naik ke 53,8, mencerminkan permintaan domestik yang masih solid.

Baca Juga  Wajah Baru dari Penataan Jalan Rasuna Said Jakarta

Untuk strategi jangka pendek, Phintraco merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

headline IHSG melemah Phintraco Sekuritas Rekomendasi saham hari ini support IHSG 7.900
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIRGC Klaim Operasi Janji Sejati 4 Gelombang 11 Sukses Hantam 500 Basis Militer AS-Israel
Next Article Lokasi Layanan SIM Keliling 3 Maret 2026

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Qarrar Firhand Juara WSK Euro Series 2026, Pertama dalam Sejarah Indonesia

Galuh Parantri13 Juli 2026 / 13:08 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.