Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»10 Hari Kedua Ramadan: Fase Maghfirah dan Memaafkan Diri Sendiri

10 Hari Kedua Ramadan: Fase Maghfirah dan Memaafkan Diri Sendiri

Health Galuh Parantri02 Maret 2026 / 10:31 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Perempuan berdoa di bulan Ramadan (Foto: Tutur/ Ilustrasi AI)
Perempuan berdoa di bulan Ramadan (Foto: Tutur/ Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Memasuki 10 hari kedua Ramadan, suasananya sering terasa berbeda. Euforia awal mulai mereda. Tubuh sudah beradaptasi, tetapi lelah juga mulai terasa lebih nyata. Rutinitas Anda kembali berjalan seperti biasa, hanya dengan energi yang harus dibagi lebih hati-hati.

Dalam keyakinan umat Islam, 10 hari kedua Ramadan kerap disebut sebagai fase maghfirah—fase pengampunan. Kita memohon ampun kepada Allah, berharap segala khilaf dihapuskan, dan doa-doa diijabah.

Namun barangkali, ada satu hal yang sering terlewat yaitu memaafkan diri sendiri.

Bukan Hanya Memohon, tetapi Berdamai

Selama Ramadan, standar terhadap diri sendiri sering kali meningkat. Anda ingin lebih sabar, lebih khusyuk, lebih ringan memberi, lebih tertib ibadah. Niatnya baik. Namun ketika realitas tidak selalu sejalan dengan harapan, rasa kecewa mudah muncul.

Mungkin Anda pernah melewatkan sahur. Mungkin tilawah tidak sebanyak target awal. Mungkin emosi sempat meninggi pada anak atau pasangan.

Lalu hati kecil mulai bertanya, “Mengapa saya belum sebaik yang saya rencanakan?”

Di fase maghfirah ini, pengampunan tidak hanya berarti memohon kepada Tuhan, tetapi juga belajar berdamai dengan keterbatasan diri. Anda adalah manusia yang berproses, bukan sosok yang harus sempurna dalam semalam.

Lelah yang Tidak Selalu Terlihat

Bagi banyak ibu, Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi. Ada sahur yang harus disiapkan. Ada menu berbuka yang dipikirkan. Ada pekerjaan yang tetap berjalan. Ada anak yang tetap membutuhkan perhatian penuh.

Anda tetap bangun lebih awal, tetap tidur lebih larut, tetap menahan emosi, tetap memastikan semua berjalan baik. Namun jarang sekali Anda memberi ruang untuk mengakui bahwa Anda juga lelah.

Maghfirah mengajarkan tentang ampunan. Ampunan mengandung kelembutan. Dan kelembutan itu, seharusnya juga Anda berikan kepada diri sendiri.

Baca Juga  Menggapai Berkah Ramadan di Tengah Himpitan Ekonomi dan Bencana 

Mengurangi Tekanan yang Tidak Perlu

Memasuki pertengahan Ramadan, mungkin yang perlu dikurangi bukan hanya porsi makanan manis, tetapi juga tekanan batin yang berlebihan.

Tidak semua hari akan terasa khusyuk.Tidak semua doa ak an terasa menggetarkan. Tidak semua target tercapai tepat waktu. Namun konsistensi kecil yang terus dijaga sering kali lebih bermakna daripada semangat besar yang hanya bertahan di awal.

Memaafkan diri sendiri bukan berarti menurunkan kualitas ibadah. Justru sebaliknya. Dengan hati yang lebih lapang, Anda bisa melanjutkan perjalanan Ramadan tanpa beban yang menguras energi.

Memberi Ruang untuk Bernapas

Cobalah duduk sejenak setelah berbuka atau sebelum tidur. Tarik napas perlahan. Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang sudah saya upayakan hari ini?”  Bukan “Apa yang gagal saya lakukan?”

Sering kali jawabannya lebih banyak daripada yang Anda sadari.

Anda sudah berusaha bangun sahur. Anda sudah menahan diri dari amarah. Anda sudah tetap bekerja meski energi terbatas. Anda tetap menjalankan peran-peran yang tidak pernah berhenti. Itu bukan hal kecil.

Menapaki Sisa Ramadan dengan Hati yang Lebih Lembut

10 hari kedua bukan sekadar jeda menuju fase akhir. Ia adalah ruang untuk merapikan niat dan menguatkan langkah. Jika di awal Ramadan Anda penuh semangat, di pertengahan ini Anda belajar tentang ketahanan.

Dan ketahanan tidak lahir dari keras pada diri sendiri, melainkan dari keseimbangan antara disiplin dan kasih sayang.

Maghfirah bukan hanya tentang memohon diampuni. Ia juga tentang belajar mengampuni. Termasuk mengampuni diri sendiri yang masih berproses, masih lelah, tetapi tetap memilih untuk berjalan.

Karena Ramadan bukan lomba menjadi paling sempurna. Bulan ini adalah bulan untuk perjalanan Anda menjadi lebih baik, sedikit demi sedikit, dengan hati yang tetap lembut.

Baca Juga  Satpol PP Pasuruan Razia Wisma di Prigen, 10 Perempuan Dipulangkan Jelang Ramadan
bulan puasa kesehatan mental Perempuan Ramadan serba-serbi Ramadan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDebut Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026 Tembus Top 5 
Next Article Bahlil: Perjanjian Dagang RI-AS Tak Tambah Kuota Impor Energi, Hanya Alihkan Sumber Pasokan

Berita Lainnya

Tahun Ajaran Baru, 7 Hal yang Sering Dilupakan Orang Tua Selain Seragam dan Buku

11 Juli 2026 / 08:58 WIB

7 Tips Mengatur Anggaran Persiapan Sekolah Anak agar Dompet Tetap Aman

10 Juli 2026 / 14:20 WIB

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

Usia Boleh Bertambah, Tapi Emosi Belum Tentu Dewasa: Memahami Konsep Usia Emosional

23 Juni 2026 / 09:35 WIB

7 Tips Mengatur Screen Time Anak Saat Liburan Sekolah

22 Juni 2026 / 15:15 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Amirul Hajj Sebut Layanan Haji 2026 Alami Lompatan Besar

Deba Salamah29 Mei 2026 / 05:00 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.