Beijing (Tutur.co.id) – Pemerintah China mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. China mengungkap sangat prihatin atas serangan militer terhadap Iran dan meminta agar segera dihentikan.
“Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati. China menyerukan penghentian segera aksi militer,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri di Beijing, Sabtu (28/2/2026).
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Serangan itu merupakan serangan kedua Presiden AS Donald Trump setelah serangan pertama “Operasi Midnight Hammer” ke Iran pada Juni 2025.
“Kami minta agar tidak ada eskalasi lebih lanjut dari situasi saat ini, kembali memulai dialog dan negosiasi, serta terus berupaya untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut.
Trump menyatakan pasukan AS meluncurkan operasi militer berskala besar terhadap Iran untuk melindungi rakyatnya dengan melenyapkan ancaman langsung dari rezim Iran berupa pengembangan senjata nuklir.
Trump berjanji menghancurkan rudal Iran, meluluhlantakkan industri misilnya, dan memusnahkan angkatan lautnya, seraya menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri misil mereka hingga rata ke tanah. Itu akan benar-benar, sekali lagi, dimusnahkan,” kata Trump dalam video yang diunggah di akun Truth Social miliknya.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur pertahanan dan lokasi sipil di beberapa kota serta terjadi ketika Teheran dan Washington sedang terlibat dalam proses diplomatik.
Kementerian menegaskan bahwa Iran telah memprioritaskan diplomasi untuk mencegah perang. Teheran menegaskan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB dan menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB serta komunitas internasional untuk mengutuk serangan gabungan AS-Israel dan mengambil tindakan mendesak.

