Minab (Tutur.co.id) – Setidaknya 53 murid tewas menjadi korban serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat, Sabtu 28 Februari 2026. Serangan tak hanya menyasar ibu kota Iran, Teheran, namun juga di beberapa wilayah lainnya.
Laporan mengenai korban jiwa ini disampaikan Al Jazeera dan besar kemungkinan akan terus bertambah mengingat begitu masifnya serangan Israel dan AS ini. Hingga saat ini, pemerintah Iran sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait dampak serangan ini.
Sebelumnya, baik Israel maupun Amerika Serikat mengklaim serangan ini untuk melemahkan kekuatan militer Iran dan meminimalkan ancaman yang akan datang. Tak hanya itu, serangan ini bahkan juga menargetkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Terkait serangan ke Iran ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan serangan ini akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Sebaliknya, Iran juga telah mengumumkan Operasi Janji Sejati 4 untuk merespon serangan ini dengan menyasar pangkalan militer AS di Timur Tengah.

