Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden ke-7 RI Joko Widodo membeberkan poin-poin penting hasil lawatannya ke India untuk menghadiri diskusi Bloomberg New Economy Forum. Yang paling menarik, Jokowi memprediksikan akan terjadi revolusi besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat ditanya mengenai hasil dari diskusi tersebut dimana ia datang sebagai anggota Dewan Penasihat. Menurutnya, pembicaraan masih seputar data sovereignty dan AI sovereignty jadi kedaulatan data dan kedaulatan AI.
“Kedaulatan data itu mutlak dan sangat perlu bagi semua negara, utamanya negara-negara berkembang. Sedangkan untuk kedaulatan AI negara sebesar Amerika Serikat saja tentu akan sulit mewujudkannya,” kata Joko Widodo.
Karena itu menurut Jokowi hal yang paling mendesak terutama bagi negara-negara berkembang adalah kedaulatan data. Menurutnya, negara-negara berkembang, perlu mempersiapkan infrastruktur digital, baik itu satelit, data center, fiber optic, hingga menara BTS untuk mewujudkan kedaulatan data.
“Menurut perkiraan saya, 5 sampai 15 tahun yang akan datang akan ada revolusi besar AI. Semua aktivitas manusia tidak akan lepas dari yang namanya AI. Semua di mana-mana semuanya AI. Jadi semua negara harus mempersiapkan, harus mempersiapkan infrastruktur digitalnya, human resources-nya, sumber daya manusianya, regulasinya,” pungkas Jokowi.

