Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan daya tahannya. Di tengah dinamika eksternal dan sentimen komoditas yang menguat, indeks bergerak dalam pola konsolidasi sehat yang membuka ruang akumulasi selektif. Pelaku pasar kini dihadapkan pada momentum teknikal yang menarik sekaligus katalis global yang berpotensi menjaga ritme penguatan.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai IHSG berada dalam fase bullish consolidation setelah berhasil ditutup di atas MA20.
“Support berada di level 8.142 dan 8.060, sementara resistance di 8.329 dan 8.408,” ujarnya dalam riset teranyar. Secara teknikal, indikator Stochastics K_D memang menunjukkan sinyal negatif, namun RSI masih mengindikasikan tren positif yang diperkuat kenaikan volume transaksi.
Dengan struktur tersebut, Nafan merekomendasikan pelaku pasar untuk melakukan akumulasi pada saham-saham berfundamental solid dan memiliki valuasi murah. Selain itu, investor disarankan fokus pada emiten yang menunjukkan indikasi pembalikan arah tren, sembari menerapkan manajemen risiko secara disiplin untuk meredam volatilitas jangka pendek.
Dari eksternal, pasar mencermati perkembangan diplomatik seiring berakhirnya putaran ketiga perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa terkait program nuklir Teheran yang dimediasi Oman. Pemerintah Oman menyatakan adanya kemajuan signifikan dan perundingan akan dilanjutkan pekan depan di Wina. Dinamika tersebut turut mendorong penguatan harga komoditas seperti WTI, Brent, dan emas (XAUUSD), yang pada gilirannya menopang sentimen di pasar negara berkembang.
Adapun dari domestik, Kementerian Perdagangan menargetkan Indonesia menjadi simpul perdagangan dunia. Strategi ini menandai reposisi Indonesia dari sekadar negara berorientasi ekspor menjadi sourcing hub dalam rantai pasok global. Jika berjalan konsisten, langkah ini berpotensi mendongkrak ekspor nonmigas, menarik arus investasi asing langsung (FDI) ke sektor manufaktur dan pengolahan, serta memperkuat daya saing UMKM ekspor.
Dalam lanskap tersebut, IHSG dinilai masih memiliki ruang gerak selama mampu bertahan di atas area support terdekat. Kombinasi konsolidasi teknikal yang sehat dan peluang katalis fundamental—baik dari stabilisasi geopolitik maupun transformasi perdagangan domestik—menjadi fondasi bagi investor untuk tetap taktis, selektif, dan disiplin dalam membaca arah pasar.
Suppor: 8.142 dan 8.060 . Resisten : 8.329 dan 8.408.

