Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Jumat (27/2/2026), setelah pada sesi sebelumnya terkoreksi 86,97 poin atau 1,04% ke level 8.235,2.
Meski demikian, sentimen global masih membayangi. Bursa Asia-Pasifik diperkirakan bergerak variatif cenderung melemah mengikuti Wall Street, menyusul penurunan saham Nvidia meskipun perusahaan tersebut mencatat laba kuartalan di atas ekspektasi.
Di tengah tekanan eksternal itu, analis menilai IHSG berpeluang melakukan rebound teknikal. Sejumlah saham pun direkomendasikan untuk strategi trading jangka pendek.
Mandiri Sekuritas merekomendasikan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan target 3.750 dan stop loss 3.620. Selain itu, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ditargetkan ke 2.390 dengan batas risiko di 2.280, serta PT Indosat Tbk (ISAT) dengan target 2.390 dan stop loss 2.290.
Sementara itu, MNC Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness pada sejumlah saham perbankan, properti, energi, dan tambang. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) direkomendasikan di area 3.870–3.930 dengan target hingga 4.080.
Untuk sektor properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) dapat dicermati di rentang 121–133 dengan target 148–162. Di sektor energi dan tambang, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga masuk radar dengan target masing-masing hingga 1.960 dan 4.200.
Analis menekankan, peluang penguatan IHSG masih bersifat terbatas dan selektif. Investor disarankan tetap disiplin dalam menentukan area beli, target profit, serta batas cut loss di tengah volatilitas global yang masih tinggi.

