Jakarta (Tutur.co.id) – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah rumor yang berkembang bahhwa MBG TV punya mereka sekaligus menegaskan mereka tidak ada keterkaitan sama sekali. Bahkan termasuk isu mereka punya kendali untuk mengatur program dari MBG TV.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. Menurut Nanik, pihak BGN menegaskan tidak pernah membentuk, mengelola, ataupun memberikan mandat khusus terkait operasional MBG TV.
“Bukan punya BGN, kami tidak mengetahui apapun soal MBG TV. Dan sudah konfirmasi ke Kepala BGN juga” kata Nanik.
Klarifikasi untuk Hindari Kesalahpahaman Publik
Menurut BGN, klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama karena nama “MBG” memang identik dengan program Makan Bergizi Gratis yang tengah berjalan secara nasional.
BGN menyatakan bahwa seluruh kanal komunikasi resmi lembaga hanya diumumkan melalui platform yang terverifikasi dan tercantum dalam situs maupun media sosial resmi mereka.
“Segala informasi resmi program Makan Bergizi Gratis hanya kami sampaikan melalui saluran komunikasi yang telah terverifikasi. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang mengatasnamakan BGN tanpa konfirmasi resmi,” tegasnya.
Lalu punya siapa? Tak lama setelah wakilnya memberikan klarifikasi, Kepala BGN Dadan Hindayana juga menyampaikan bahwa MBG TV bukan kreasi mereka. Namun murni dari inisiatif masyarakat. “Inisiatif masyarakat umum itu tidak ada kaintannya dengan BGN,” tegasnya.
Dari informasi awal kemunculan MBG TV ini diluncurkan Forum Jupnas Gizi Indonesia. Hal itu juga munculnya sosok Rival Achmad Labbaika saat melakukan audiensi dengan petinggi BGN.
Menurut Jupnas sendiri kehadiran MBG TV ini untuk mensosialisasikan isu gizi dan pangan ke tengah masyarakat serta untuk edukasi terkait program MBG.
Namun publik tak serta merta percaya. Banyak yang tetap yakin jika MBG TV ini sejatinya kreasi BGN terutama dengan semakin banyaknya serangan demi serangan terkait program adalan Presiden Prabowo Subianto ini.

