Jakarta (Tutur.co.id) – Pencarian informasi gerhana matahari cincin api masih sangat tinggi. Banyak masyarakat yang masih bertanya-tanya apakah gerhana cincin api bisa terlihat dari Indonesia? Nah, berikut penjelasan lengkapnya.
Gerhana matahari cincin api terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, namun posisinya sedang berada lebih jauh dari Bumi. Akibatnya, ukuran Bulan terlihat lebih kecil daripada Matahari dan tidak mampu menutup seluruh permukaan Matahari.
Sehingga yang terlihat dari Bumi adalah lingkaran cahaya terang di sekeliling bayangan Bulan—mirip seperti cincin bercahaya atau “ring of fire”. Berbeda dengan Gerhana Matahari Total yang membuat langit menjadi gelap total, pada gerhana cincin api cahaya Matahari tidak sepenuhnya tertutup.
Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
Jawabannya tentu tergantung jalur lintasan gerhana. Gerhana matahari cincin api hanya bisa disaksikan secara penuh di wilayah yang berada tepat di jalur cincin (path of annularity). Jika Indonesia berada di jalur tersebut, maka masyarakat bisa melihat fenomena cincin api secara langsung.
Namun jika tidak berada di jalur utama, wilayah Indonesia mungkin hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian, di mana Matahari terlihat seperti “tergigit” sebagian.
Karena itu, untuk memastikan bisa atau tidaknya terlihat dari Indonesia, perlu melihat peta lintasan gerhana yang biasanya dirilis oleh lembaga astronomi seperti BMKG atau badan antariksa internasional seperti NASA.
Kapan Terakhir Indonesia Mengalami Gerhana Cincin?
Indonesia pernah mengalami gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019. Saat itu, beberapa wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Jawa dapat menyaksikan cincin api dengan jelas. Fenomena ini tidak terjadi setiap tahun di lokasi yang sama karena pergerakan orbit Bulan dan Bumi terus berubah.
Dari data yang disampaikan beberapa lembaga termasuk BMKG dan NASA, gerhana matahari cincin ini akan terlihat jelas di wilayah Antarktika karena sebagai wilayah tersebut sebagai jalur utamanya. Sedangkan ujung selatan Amerika Selatan (seperti Chile dan Argentina) hanya akan kebagian gerhana sebagian.
Begitu juga dengan Afrika bagian selatan (termasuk Botswana), serta sebagian wilayah Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia yang hanya akan menikmati gerhana sebagian.

