Washington (Tutur.co.id) – Amerika Serikat (AS) akan mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah untuk mendukung upaya Presiden Donald Trump menekan Iran agar menyetujui kesepakatan terkait program nuklirnya.
Informasi ini dilaporkan The New York Times dan Associated Press pada Jumat, 13 Februari 2026, mengutip sumber-sumber pemerintah AS.
Kapal induk USS Gerald R. Ford beserta kapal-kapal pengiringnya saat ini berada di Laut Karibia setelah dikerahkan dari Mediterania pada Oktober 2025 dalam rangka operasi militer terhadap Venezuela.
Kapal induk USS Gerald R. Ford akan segera bergabung dengan USS Abraham Lincoln dan kapal perangnya yang sudah berada di Laut Arab. Keputusan ini berarti dua gugus tempur kapal induk AS akan beroperasi bersamaan di kawasan tersebut.
Pada Kamis, 12 Februari 2026, Trump memperingatkan Iran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dengan pemerintahannya akan menjadi “sangat traumatis” bagi Teheran.
“Saya kira dalam sebulan ke depan, seperti itu, kesepakatan seharusnya bisa tercapai. Mereka seharusnya segera menyetujui,” tambahnya.
Kru USS Gerald R. Ford menerima pemberitahuan resmi tentang perpanjangan penugasan mereka pada 2 Februari 2026. Kapal tersebut awalnya dijadwalkan pulang awal Maret, namun kini diperkirakan baru kembali ke pelabuhan asalnya pada akhir April atau awal Mei.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, terutama setelah pembicaraan tidak langsung antara kedua negara di Oman gagal menghasilkan kesepakatan konkret. Pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani, baru saja mengunjungi Oman dan Qatar pekan ini, bertemu dengan mediator dan perwakilan AS.
Kondisi domestik Iran pun sedang bergolak, menyusul penindasan brutal terhadap demonstrasi nasional bulan lalu yang menyebabkan ribuan orang tewas. Masyarakat Iran mulai menggelar peringatan 40 hari untuk para korban, memicu kembali kemarahan publik terhadap pemerintah.

