Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Prancis vs Maroko: Saatnya Singa Atlas Membalas Luka Semifinal Piala Dunia 2022
  • KPK Duga Bupati Kuansing Potong Gaji Petani untuk Suap Raja Juli
  • Pertamina Salurkan Program SESAMA dan PUSAKO, Bantu Pendidikan hingga Kebutuhan Pokok Warga
  • OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat
  • Revolusi Baru Otomotif! Mesin Hidrogen Diklaim Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
  • Cerita Lionel Messi Patahkan Ramalan Dukun Sakti Ghana
  • Ada 14 Titik Samsat Keliling Hari Ini 8 Juli 2026, Simak Syarat Bayar Pajak Kendaraan
  • Lima Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 8 Juli 2026, Khusus Perpanjangan SIM A dan SIM C
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Mobil»Revolusi Baru Otomotif! Mesin Hidrogen Diklaim Lebih Murah dan Ramah Lingkungan

Revolusi Baru Otomotif! Mesin Hidrogen Diklaim Lebih Murah dan Ramah Lingkungan

Mobil Rizky Alfiantiko08 Juli 2026 / 10:01 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Proses pengembangan mesin hidrogen di fasilitas manufaktur sebagai bagian dari inovasi teknologi otomotif masa depan.(Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tokyo (tutur.co.id) – Mobil listrik memang masih menjadi primadona dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan. Namun di balik derasnya perkembangan kendaraan berbasis baterai, teknologi lain diam-diam mulai menunjukkan potensinya. Mesin berbahan bakar hidrogen kini kembali menjadi sorotan karena dinilai lebih murah, lebih mudah diproduksi, dan mampu memanfaatkan teknologi mesin konvensional yang sudah ada.

Sejumlah perusahaan otomotif dan industri besar pun mulai berlomba mengembangkan teknologi ini sebagai alternatif masa depan. Salah satu gebrakan datang dari Kawasaki yang memperkenalkan O’Cuvoid, sebuah unit pembangkit listrik portabel berbasis mesin hidrogen. Berukuran sekitar satu meter persegi, perangkat ini menggunakan mesin pembakaran hidrogen untuk menggerakkan generator yang menghasilkan listrik sekitar 35 kW.

Kawasaki membayangkan O’Cuvoid dapat digunakan layaknya baterai berkapasitas besar, mulai dari kendaraan, kereta api, hingga berbagai kebutuhan lain. Menariknya, teknologi ini juga akan menjadi sumber tenaga robot Corleo yang dijadwalkan meluncur pada 2035.

Keunggulan terbesar mesin hidrogen terletak pada biaya produksinya. Berbeda dengan teknologi fuel cell yang membutuhkan logam langka seperti platinum sebagai katalis, mesin hidrogen masih menggunakan material umum seperti besi dan aluminium. Artinya, biaya pengembangan maupun perbaikannya jauh lebih murah karena dapat memanfaatkan komponen dan teknologi mesin kendaraan konvensional yang sudah ada. Mesin hidrogen juga tidak membutuhkan hidrogen dengan tingkat kemurnian sangat tinggi, sehingga biaya operasionalnya berpotensi lebih rendah dibanding kendaraan fuel cell.

Meski demikian, teknologi fuel cell masih unggul dari sisi efisiensi energi. Fuel cell mampu mengubah sekitar 60 persen energi hidrogen menjadi tenaga, sementara mesin pembakaran hidrogen berada di kisaran 40 persen. Selain itu, proses pembakaran pada mesin hidrogen masih berpotensi menghasilkan emisi nitrogen oksida (NOx), meskipun emisi karbon dioksidanya nyaris nol. Karena itulah banyak pelaku industri menilai kedua teknologi ini seharusnya berkembang berdampingan, bukan saling menggantikan.

Baca Juga  DPR Desak Polisi Bongkar Oknum Besar di Balik Sindikat Ekspor 99 Ribu Motor Bodong

Perkembangan mesin hidrogen juga semakin terlihat di dunia otomotif. Toyota terus mengembangkan mobil balap GR Corolla bertenaga hidrogen yang kini performanya mulai menyamai mobil bermesin bensin. Sementara itu, Mitsubishi Fuso tengah mengembangkan truk hidrogen dengan memanfaatkan sekitar 80 persen komponen dari mesin diesel yang sudah ada agar biaya produksi tetap kompetitif. Di India, Tata Motors juga mulai mengembangkan truk berbahan bakar hidrogen sebagai bagian dari strategi energi nasional negara tersebut.

Meski prospeknya menjanjikan, tantangan terbesar masih berada pada infrastruktur. Jumlah stasiun pengisian hidrogen di Jepang justru menurun dalam beberapa tahun terakhir, sementara harga hidrogen masih jauh di atas target pemerintah Jepang untuk tahun 2050.

Di sisi lain, perkembangan baterai kendaraan listrik yang semakin efisien juga menjadi pesaing berat bagi teknologi hidrogen. Meski begitu, banyak analis meyakini mesin hidrogen belum akan kehilangan tempatnya. Untuk kendaraan niaga, alat berat, hingga transportasi jarak jauh yang membutuhkan tenaga besar dan waktu pengisian cepat, hidrogen masih dianggap sebagai salah satu solusi paling menjanjikan menuju masa depan transportasi rendah emisi.

headline mobil hidrogen Mobil Listrik Ramah Lingkungan Teknologi Ramah Lingkungan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCerita Lionel Messi Patahkan Ramalan Dukun Sakti Ghana
Next Article OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat

Berita Lainnya

Prancis vs Maroko: Saatnya Singa Atlas Membalas Luka Semifinal Piala Dunia 2022

08 Juli 2026 / 12:00 WIB

KPK Duga Bupati Kuansing Potong Gaji Petani untuk Suap Raja Juli

08 Juli 2026 / 11:32 WIB

OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat

08 Juli 2026 / 10:28 WIB

Cerita Lionel Messi Patahkan Ramalan Dukun Sakti Ghana

08 Juli 2026 / 09:51 WIB

IHSG Cenderung Mixed, Phintraco Rekomendasikan 5 Saham Ini

08 Juli 2026 / 08:28 WIB

IHSG Berpotensi Lanjut Naik ke 6.203, MNC Sekuritas Rekomendasikan AADI, BKSL, INCO, dan PTRO

08 Juli 2026 / 07:28 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Meluas, AS Serang Kapal Perusak Iran di Perairan Sri Lanka

Deba Salamah05 Maret 2026 / 02:30 WIB

Prancis vs Maroko: Saatnya Singa Atlas Membalas Luka Semifinal Piala Dunia 2022

08 Juli 2026 / 12:00 WIB

KPK Duga Bupati Kuansing Potong Gaji Petani untuk Suap Raja Juli

08 Juli 2026 / 11:32 WIB

Pertamina Salurkan Program SESAMA dan PUSAKO, Bantu Pendidikan hingga Kebutuhan Pokok Warga

08 Juli 2026 / 10:30 WIB

OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat

08 Juli 2026 / 10:28 WIB

Revolusi Baru Otomotif! Mesin Hidrogen Diklaim Lebih Murah dan Ramah Lingkungan

08 Juli 2026 / 10:01 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.