Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tutur Berduka Kehilangan Sosok Maryadi Direktur Bisnis Tutur Media Digital
  • Kemenko Perekonomian Optimistis Neraca Perdagangan Kembali Surplus Seiring Turunnya Harga Minyak
  • CORE: Kontraksi Ekspor Nonmigas Mei 2026 Bukan Sinyal Pelemahan Fundamental Ekspor RI
  • Komut Pertamina Tinjau Program KANG ILING, Pastikan CSR Berdampak bagi Masyarakat
  • Jenderal Polisi Korupsi MBG, Pengamat: Lemahnya Integritas Bukan Soal Kesejahteraan
  • Mimpi Gila Tanjung Verde! Membuat Kejutan Terbesar Sepanjang Sejarah Piala Dunia
  • Kejagung Sita Lamborghini Milik Bos Tambang, Disembunyikan di Gang Kecil
  • Ironi Potongan Ojol 8 Persen, Driver Ngeluh Pendapatan Ikut Menurun
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Kemenko Perekonomian Optimistis Neraca Perdagangan Kembali Surplus Seiring Turunnya Harga Minyak

Kemenko Perekonomian Optimistis Neraca Perdagangan Kembali Surplus Seiring Turunnya Harga Minyak

Makro Gusti Tetiro03 Juli 2026 / 22:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sejumlah pengendara motor antre mengisi bahan bakar minyak di sebuah SPBU (Foto: Antara/Humas Pertamina)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimistis neraca perdagangan Indonesia akan kembali mencatatkan surplus pada bulan-bulan mendatang seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia yang diperkirakan mampu menekan defisit perdagangan minyak dan gas (migas).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan defisit neraca perdagangan pada Mei 2026 lebih banyak dipicu lonjakan impor migas akibat tingginya harga minyak dunia dalam beberapa bulan sebelumnya.

“Ke depan mudah-mudahan harga minyak terus turun sehingga defisit migas mulai berkurang. Dengan begitu, perhitungan kami pada bulan-bulan berikutnya neraca perdagangan seharusnya bisa kembali surplus,” ujar Susiwijono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS. Defisit tersebut berasal dari neraca perdagangan migas yang tercatat minus 3,76 miliar dolar AS, sementara neraca perdagangan nonmigas masih membukukan surplus sebesar 2,15 miliar dolar AS.

Defisit Mei 2026 menjadi yang pertama sejak April 2020, sekaligus mengakhiri tren surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut.

Susiwijono menjelaskan, penurunan harga minyak dunia diperkirakan mulai memberikan dampak terhadap kinerja impor dalam beberapa bulan ke depan.

Harga minyak mentah yang sempat mencapai 103,91 dolar AS per barel pada April 2026 turun menjadi 100,43 dolar AS pada Mei, kemudian kembali merosot menjadi 82,82 dolar AS pada Juni 2026.

“Impor yang tercatat pada Juni masih mencerminkan harga minyak pada bulan sebelumnya yang masih sangat tinggi. Karena itu, defisit migas menjadi jauh lebih besar dibandingkan surplus nonmigas,” jelasnya.

Senada dengan pemerintah, Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata Faisal Rachman menilai defisit neraca perdagangan Mei 2026 bersifat sementara dan terutama dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia, bukan mencerminkan perubahan tren perdagangan Indonesia.

Baca Juga  Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugas Beratnya!

Menurut Faisal, penurunan harga minyak yang terjadi pada Juni diperkirakan akan mengurangi tekanan terhadap impor migas sehingga neraca perdagangan berpotensi kembali mencatatkan surplus.

“Kami memperkirakan Indonesia akan kembali mencatat surplus perdagangan, meskipun dengan tren yang terus menyempit. Sejalan dengan prospek tersebut, kami mempertahankan proyeksi bahwa defisit transaksi berjalan akan melebar pada tahun ini,” ujar Faisal.

Meski demikian, ia memperkirakan surplus perdagangan Indonesia akan semakin mengecil sepanjang 2026. Hal itu disebabkan pertumbuhan impor diperkirakan lebih tinggi dibandingkan ekspor seiring kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga permintaan domestik.

Di sisi lain, pertumbuhan ekspor diproyeksikan kembali normal setelah adanya percepatan pengiriman (front loading) pada tahun lalu menjelang pemberlakuan tarif resiprokal yang lebih tinggi. Selain itu, lemahnya permintaan global, terutama dari China, diperkirakan masih akan membebani kinerja ekspor Indonesia.

Faisal juga mengingatkan bahwa meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda, ketidakpastian akibat perang dagang global masih menjadi risiko yang dapat mengganggu rantai pasok internasional dan membatasi pertumbuhan perdagangan dunia.

“Walaupun kondisi geopolitik di Timur Tengah menunjukkan perbaikan dalam beberapa waktu terakhir, kami menilai situasi tersebut masih rapuh. Di sisi lain, ketidakpastian perang dagang global masih membayangi prospek ekonomi sehingga aktivitas perdagangan dunia dan permintaan eksternal diperkirakan tetap terbatas,” katanya.

Defisit neraca perdagangan Harga minyak dunia headline Kemenko Perekonomian Neraca perdagangan Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCORE: Kontraksi Ekspor Nonmigas Mei 2026 Bukan Sinyal Pelemahan Fundamental Ekspor RI
Next Article Tutur Berduka Kehilangan Sosok Maryadi Direktur Bisnis Tutur Media Digital

Berita Lainnya

Tutur Berduka Kehilangan Sosok Maryadi Direktur Bisnis Tutur Media Digital

03 Juli 2026 / 23:26 WIB

CORE: Kontraksi Ekspor Nonmigas Mei 2026 Bukan Sinyal Pelemahan Fundamental Ekspor RI

03 Juli 2026 / 21:33 WIB

Jenderal Polisi Korupsi MBG, Pengamat: Lemahnya Integritas Bukan Soal Kesejahteraan

03 Juli 2026 / 17:44 WIB

Mimpi Gila Tanjung Verde! Membuat Kejutan Terbesar Sepanjang Sejarah Piala Dunia

03 Juli 2026 / 17:00 WIB

Kejagung Sita Lamborghini Milik Bos Tambang, Disembunyikan di Gang Kecil

03 Juli 2026 / 16:58 WIB

Ironi Potongan Ojol 8 Persen, Driver Ngeluh Pendapatan Ikut Menurun

03 Juli 2026 / 16:24 WIB
Form Komentar Cancel Reply

BNI Dukung Pembiayaan Perumahan di Singkawang, 200 Peserta Ikut Akad KPP dan FLPP

Galuh Parantri04 Maret 2026 / 10:30 WIB

Tutur Berduka Kehilangan Sosok Maryadi Direktur Bisnis Tutur Media Digital

03 Juli 2026 / 23:26 WIB

Kemenko Perekonomian Optimistis Neraca Perdagangan Kembali Surplus Seiring Turunnya Harga Minyak

03 Juli 2026 / 22:58 WIB

CORE: Kontraksi Ekspor Nonmigas Mei 2026 Bukan Sinyal Pelemahan Fundamental Ekspor RI

03 Juli 2026 / 21:33 WIB

Komut Pertamina Tinjau Program KANG ILING, Pastikan CSR Berdampak bagi Masyarakat

03 Juli 2026 / 21:20 WIB

Jenderal Polisi Korupsi MBG, Pengamat: Lemahnya Integritas Bukan Soal Kesejahteraan

03 Juli 2026 / 17:44 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.