Surabaya (tutur.co.id) – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan pentingnya membangun budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi dalam menjaga keandalan operasional perusahaan di tengah tantangan industri energi yang terus berkembang.
Penegasan tersebut disampaikan Iriawan saat melakukan rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur, Rabu (1/7/2026). Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi Tutur, kunjungan diawali dengan Sharing Session bersama sekitar 200 Perwira Pertamina dari berbagai entitas Pertamina Group di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Surabaya.
Dalam forum tersebut, Iriawan menyampaikan bahwa industri energi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari transisi energi, perkembangan teknologi, hingga meningkatnya ekspektasi para pemangku kepentingan. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perusahaan mampu beradaptasi tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja.
“Di Pertamina, budaya HSSE harus menjadi bagian dari DNA setiap Perwira, bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur. Nilai-nilai keselamatan harus diinternalisasi dalam setiap tindakan dan keputusan agar operasional perusahaan berjalan aman, andal, dan efisien,” ujarnya.
Setelah agenda di Surabaya, Iriawan melanjutkan kunjungan ke Production Unit Gresik (PUG) PT Pertamina Lubricants melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan disiplin operasional, integritas fasilitas, serta manajemen risiko berjalan optimal.
Production Unit Gresik merupakan salah satu fasilitas produksi utama pelumas Pertamina yang memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan pasokan sekaligus mendukung pengembangan bisnis pelumas di pasar nasional maupun internasional.
Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, mengatakan distribusi pelumas Pertamina saat ini didukung tujuh wilayah penjualan yang menjangkau seluruh Indonesia, ratusan distributor, lebih dari 60 ribu outlet terdaftar, serta melayani lebih dari 20 ribu pelanggan industri.
Menurut Sigit, jaringan distribusi tersebut menjadi salah satu kekuatan Pertamina Lubricants dalam menjaga ketersediaan produk pelumas bagi masyarakat dan sektor industri, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar domestik maupun global.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Pertamina terus memperkuat implementasi budaya HSSE, kepemimpinan, dan disiplin operasional sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan bisnis serta mendukung ketahanan energi nasional.

