Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Mimpi Jadi Manajer Koperasi Merah Putih Justru Pulang dalam Peti Mati
  • Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK, Bogkar 41 Nama Besar Korupsi MBG
  • Vinicius Jr dan Cunha Mengantar Brasil Lolos 32 Besar Sebagai Juara Grup
  • Jadwal MotoGP Assen 2026: Ketika Marc Marquez Mengejar Momentum dan Bezzecchi Menjaga Takhta
  • Total 3 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsar Militer
  • OJK: Status Emerging Market dari MSCI Bukti Kepercayaan Global terhadap Reformasi Pasar Modal Indonesia
  • Pantai Gading vs Curacao: Tak Selamanya Momen Indah Bisa Diulang
  • IHSG Anjlok 3,56%, Akankah Technical Rebound atau Lanjut Uji Support 5.750?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Analis: Sentimen Hawkish The Fed hingga Arus Keluar Asing Masih Membayangi IHSG

Analis: Sentimen Hawkish The Fed hingga Arus Keluar Asing Masih Membayangi IHSG

Market Gusti Tetiro25 Juni 2026 / 07:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Tutur/Suhodo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (24/6/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga global yang masih cenderung ketat serta berlanjutnya arus keluar dana asing dari pasar domestik.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai pelemahan tajam IHSG lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal, terutama meningkatnya ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish bank-bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed).

Menurut Reydi, ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Pelemahan IHSG hari ini lebih dipengaruhi oleh investor yang masih mencermati arah suku bunga global yang cenderung hawkish, pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik yang mendorong sikap risk-off,” ujar Reydi, seperti dilansir Antara, di Jakarta, Rabu.

Dari sisi domestik, dia menilai pelaku pasar masih menunggu katalis positif yang mampu mengembalikan kepercayaan investor setelah periode foreign outflow yang berlangsung cukup panjang dalam beberapa bulan terakhir.

Reydi menjelaskan bahwa investor asing saat ini masih bersikap selektif dan defensif terhadap pasar Indonesia. Meskipun Indonesia berhasil mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam tinjauan terbaru MSCI, faktor tersebut dinilai belum cukup kuat untuk membalikkan arus keluar dana asing menjadi arus masuk dalam jumlah signifikan.

“Status Emerging Market memang mengurangi risiko outflow yang lebih besar, tetapi belum cukup untuk langsung mendorong foreign inflow dalam skala besar. Investor masih menunggu perbaikan likuiditas, kepastian kebijakan, stabilitas rupiah, dan peningkatan kualitas pasar,” katanya.

Ia memperkirakan pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan dibayangi volatilitas tinggi dengan kecenderungan konsolidatif. Selama belum muncul katalis domestik yang kuat, arah pasar diperkirakan tetap dipengaruhi sentimen global dan pergerakan dana asing.

Baca Juga  Semenanjung Korea Memanas, Korut Tembakkan 10 Rudal Balistik

Meski demikian, peluang pemulihan masih terbuka apabila tekanan terhadap rupiah mulai mereda dan aksi jual investor asing berangsur menurun.

“Jika rupiah stabil dan tekanan jual asing mulai berkurang, peluang rebound tetap terbuka,” ujar Reydi.

Sebagai catatan, kontrak berjangka Fed Funds di Amerika Serikat kini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap dua kali kenaikan suku bunga The Fed sepanjang 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya yang hanya satu kali kenaikan.

Perubahan ekspektasi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko, terutama saham-saham berbasis pertumbuhan yang selama ini menjadi penggerak utama reli pasar global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 14.40 WIB, IHSG melemah 183,76 poin atau 3,01% ke level 5.917,57. Aktivitas perdagangan mencatatkan 1,52 juta transaksi dengan volume 17,54 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp10,63 triliun.

Sebanyak 108 saham menguat, 606 saham melemah, dan 245 saham bergerak stagnan. Seluruh sektor dalam indeks IDX-IC tercatat berada di zona merah, dipimpin sektor barang baku yang turun 5,22%, diikuti sektor energi sebesar 4,71% dan sektor infrastruktur yang terkoreksi 3,92%.

Koreksi serentak di seluruh sektor tersebut mencerminkan tingginya tekanan jual yang masih membayangi pasar saham Indonesia di tengah kombinasi sentimen global dan minimnya katalis positif domestik.

headline IHSG investor asing pasar modal indonesia The Fed
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSetelah Ambrol 3,5%, IHSG Dibayangi Uji Support 5.750 di Tengah Ketidakpastian MSCI
Next Article IHSG Anjlok 3,56%, Akankah Technical Rebound atau Lanjut Uji Support 5.750?

Berita Lainnya

Mimpi Jadi Manajer Koperasi Merah Putih Justru Pulang dalam Peti Mati

25 Juni 2026 / 10:21 WIB

OJK: Status Emerging Market dari MSCI Bukti Kepercayaan Global terhadap Reformasi Pasar Modal Indonesia

25 Juni 2026 / 08:59 WIB

Pantai Gading vs Curacao: Tak Selamanya Momen Indah Bisa Diulang

25 Juni 2026 / 08:30 WIB

IHSG Anjlok 3,56%, Akankah Technical Rebound atau Lanjut Uji Support 5.750?

25 Juni 2026 / 08:00 WIB

Setelah Ambrol 3,5%, IHSG Dibayangi Uji Support 5.750 di Tengah Ketidakpastian MSCI

25 Juni 2026 / 06:00 WIB

DPR Soroti 100 SPPG Fiktif: Ada Dugaan Permainan Terstruktur di Internal BGN

25 Juni 2026 / 05:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Israel Larang Salat Id di Masjid Al Aqsa Berakhir Ricuh, Pertama Sejak 1967

Toto Pribadi20 Maret 2026 / 22:10 WIB

Mimpi Jadi Manajer Koperasi Merah Putih Justru Pulang dalam Peti Mati

25 Juni 2026 / 10:21 WIB

Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK, Bogkar 41 Nama Besar Korupsi MBG

25 Juni 2026 / 10:20 WIB

Vinicius Jr dan Cunha Mengantar Brasil Lolos 32 Besar Sebagai Juara Grup

25 Juni 2026 / 10:11 WIB

Jadwal MotoGP Assen 2026: Ketika Marc Marquez Mengejar Momentum dan Bezzecchi Menjaga Takhta

25 Juni 2026 / 09:47 WIB

Total 3 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsar Militer

25 Juni 2026 / 09:09 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.