Makkah (tutur.co.id) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan jemaah haji bahwa perjalanan ibadah tidak berakhir saat tiba di Tanah Air. Justru kepulangan menjadi awal pengabdian baru untuk menghadirkan manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan nilai-nilai seperti kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan perlu terus dijaga setelah kembali ke rumah.
“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Maria dalam siaran pers Kemenhaj, Sabtu 20 Juni 2026.
Baca juga: Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Surabaya
Maria mengapresiasi kepatuhan jemaah selama pemulangan, termasuk tidak membawa air zamzam di dalam koper atau tas kabin. Sebab air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi.
“Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan,” jelasnya.
Jemaah diingatkan menjaga paspor, kartu identitas, boarding pass, dan dokumen penting lainnya. Jemaah diminta tidak menitipkan dokumen kepada pihak tidak berkepentingan dan segera melapor jika kehilangan.
“Menjelang kepulangan, jangan sampai rasa gembira membuat jemaah lengah. Pastikan dokumen selalu dalam pengawasan, periksa barang bawaan, dan ikuti arahan petugas sampai tiba di daerah masing-masing,” pesan Maria.
Baca juga: Kemenhaj Buka Suara Soal Jemaah Haji Bangkalan Tidak Dapat Makanan saat di Mina
Hingga Sabtu Juni 2026, 329 kloter telah tiba di Indonesia dengan total 129.025 orang. Pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah terus berlangsung.
Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan Pemerintah Arab Saudi atas dukungan selama penyelenggaraan haji 1447 H.
“Semoga kepulangan ini menjadi awal menebarkan kebaikan,” tandasnya.

