Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam rentang 6.071-6.300 pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Pelaku pasar akan mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review yang berpotensi menjadi katalis utama bagi arus dana asing ke pasar modal Indonesia.
BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen eksternal dan domestik masih menjadi faktor utama penggerak pasar. Selain hasil evaluasi MSCI, investor juga akan memantau dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) terhadap stabilitas nilai tukar rupiah serta perkembangan kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran yang telah mendorong penurunan harga minyak dunia.
“Secara teknikal, IHSG mampu pullback di atas level support pada area 6.071-5.931 dan berpotensi menguat menuju resistance terdekat pada kisaran 6.300-6.350,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Jumat (19/6/2026).
Sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, dengan indeks Dow Jones naik 0,14%, S&P 500 menguat 1,08%, dan Nasdaq melonjak 1,91%.
Meski demikian, pada perdagangan Kamis (18/6/2026), IHSG ditutup melemah 48,4 poin atau 0,78% ke level 6.172,34. Pelemahan tersebut disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp111,56 miliar.
Saham yang mencatatkan tekanan jual terbesar dari investor asing antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp557,26 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk sebesar Rp98,87 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk mencapai Rp84,98 miliar.
Koreksi IHSG terutama dipicu pelemahan sejumlah sektor utama, yakni sektor infrastruktur yang turun 1,96%, sektor keuangan 1,32%, sektor kesehatan 1,07%, sektor properti 0,64%, dan sektor industri 0,16%.
Sebaliknya, sektor material dasar, konsumer primer, dan teknologi masih mampu mencatatkan penguatan.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan dengan rekomendasi beli, yakni:
PT Merdeka Battery Materials Tbk dengan target harga Rp550-Rp600
PT Merdeka Copper Gold Tbk dengan target harga Rp2.940-Rp3.070
PT Darma Henwa Tbk dengan target harga Rp394-Rp432
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru berhasil mencatatkan lonjakan signifikan. Saham PT Jembo Cable Company Tbk naik hingga batas auto reject atas (ARA) sebesar 24,59% ke level Rp760, saham PT Citra Borneo Utama Tbk menguat 24,78% menjadi Rp705, dan saham PT Mega Perintis Tbk melonjak 24,57% ke posisi Rp436.
Selain itu, saham PT Klasik Distribusi Indonesia Tbk melesat 23,08% menjadi Rp224 dan saham PT Raja Lautan Cendrawasih Tbk naik 15,36% ke level Rp3.980.
Dengan fokus pasar tertuju pada hasil MSCI dan arah arus modal asing, pergerakan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih akan dipengaruhi kombinasi faktor global, kebijakan moneter domestik, serta sentimen teknikal pasar.

