Yogyakarta (tutur.co.id) – Bintang Timur Surabaya (BTS) kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah futsal nasional. Klub asal Kota Pahlawan tersebut sukses mempertahankan gelar juara Pro Futsal League (PFL) Indonesia musim 2025/2026 sekaligus mencatatkan rekor lima gelar beruntun di kompetisi tertinggi futsal Tanah Air.
Pencapaian ini semakin mempertegas status BTS sebagai salah satu tim paling dominan dalam sejarah futsal Indonesia. Sejak menjuarai PFL musim 2021/2022, mereka tidak pernah tergeser dari singgasana juara hingga musim 2025/2026.
Kesuksesan tersebut diraih setelah BTS mengalahkan Cosmo JNE Jakarta pada partai final yang digelar dalam format dua leg di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Menghadapi salah satu tim terbaik musim ini, BTS menunjukkan konsistensi dan mental juara yang menjadi ciri khas mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Pada leg pertama, tim asal Surabaya tampil meyakinkan dengan meraih kemenangan 4-2. Hasil itu menjadi modal penting untuk menghadapi laga penentuan yang berlangsung beberapa hari kemudian.
Meski mendapat perlawanan sengit dari Cosmo JNE pada leg kedua, Bintang Timur Surabaya kembali menunjukkan kualitasnya. Pertandingan berlangsung ketat hingga akhir laga, namun BTS berhasil mengamankan kemenangan tipis 4-3 yang memastikan mereka kembali mengangkat trofi juara.
Keberhasilan meraih lima gelar secara berturut-turut bukan sekadar soal prestasi, melainkan cerminan dari konsistensi sebuah klub dalam membangun sistem yang kuat. BTS mampu mempertahankan level permainan tinggi di tengah persaingan yang semakin kompetitif dari musim ke musim.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pro Futsal League mengalami perkembangan signifikan dengan munculnya sejumlah tim kuat yang mampu bersaing di papan atas. Namun hingga musim ini, belum ada klub yang mampu menghentikan dominasi Bintang Timur Surabaya.
Lebih dari sekadar menambah koleksi trofi, gelar musim 2025/2026 menjadi simbol keberhasilan BTS menjaga standar tinggi di level profesional. Rekor lima kali juara beruntun pun berpotensi menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah futsal Indonesia modern.
Sementara itu, Cosmo JNE Jakarta tetap layak mendapat apresiasi atas perjalanan impresif mereka hingga partai final. Meski gagal merebut gelar, performa sepanjang musim menunjukkan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat memberikan persaingan ketat pada musim-musim mendatang.
Bagi Bintang Timur Surabaya, trofi kelima secara beruntun menjadi bukti bahwa era dominasi mereka di futsal Indonesia masih belum berakhir. Kini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan kejayaan tersebut sekaligus membawa nama Indonesia bersaing lebih jauh di level Asia. (sas)

