Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Fenomena Home Bias dan Depresiasi Ekstrem Rupiah
  • Menanti Nyanyian Sony Sonjaya dalam Pusaran Skandal Korupsi MBG
  • BPKH Sambut Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dorong Optimalisasi Dana Rp180 Triliun
  • Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Tergerus, Upah Riil Turun dan Pekerjaan Berkualitas Menyusut
  • Massa Aksi Demo Mahasiswa Dihadang Polisi saat Menuju Bundaran HI
  • Jadwal Leg 1 Final Pro Futsal League 2025-2026: Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya
  • 25 Pertanyaan Kencan Pertama yang Nggak Bikin Canggung, Bikin Obrolan Makin Nyambung
  • Video: Usai Bertemu Prabowo, Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Tergerus, Upah Riil Turun dan Pekerjaan Berkualitas Menyusut

Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Tergerus, Upah Riil Turun dan Pekerjaan Berkualitas Menyusut

Makro Gusti Tetiro12 Juni 2026 / 13:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Massa mulai berdatangan mengepung kawasan Monas untuk memperingati May Day 2026 (Foto: Tutur/Ahmad Nuryaman)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Bank Dunia kembali menyoroti tantangan struktural yang dihadapi perekonomian Indonesia, khususnya terkait kondisi kelas menengah yang terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Meski pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan dengan bertambahnya jumlah lapangan kerja dan menurunnya tingkat pengangguran, kualitas pekerjaan yang tersedia dinilai masih menjadi persoalan utama yang menghambat mobilitas ekonomi masyarakat.

Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia mencatat Indonesia berhasil menciptakan sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru sepanjang periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025. Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,9%.

Namun, di balik perbaikan tersebut, Bank Dunia menilai struktur penciptaan lapangan kerja masih belum ideal. Hampir separuh pekerjaan baru yang tercipta berasal dari sektor-sektor dengan produktivitas relatif rendah, seperti pertanian, akomodasi, dan jasa makanan.

“Hampir separuh dari lapangan kerja baru tersebut berasal dari sektor-sektor dengan tingkat produktivitas lebih rendah seperti pertanian dan akomodasi/jasa makanan. Di sisi lain, sektor-sektor berketerampilan lebih tinggi seperti jasa keuangan justru stagnan atau mengalami kontraksi,” tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja memang terus berlangsung, tetapi belum sepenuhnya mampu menghasilkan pekerjaan formal dengan produktivitas dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Padahal, sektor-sektor dengan nilai tambah besar memiliki peran penting dalam memperluas kelas menengah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain persoalan kualitas lapangan kerja, Bank Dunia juga menyoroti meningkatnya tingkat pengangguran terselubung atau underemployment. Kelompok ini merupakan pekerja yang sebenarnya memiliki pekerjaan, tetapi jam kerja yang diperoleh lebih rendah dibandingkan kebutuhan atau harapan mereka.

Sejak 2022, tingkat pengangguran terselubung terus mengalami kenaikan dan kini mencapai 32,7%. Menurut Bank Dunia, fenomena tersebut menjadi indikator bahwa pasar tenaga kerja Indonesia masih menghadapi kelemahan mendasar.

Baca Juga  Sah, Majelis Ahli Iran Telah Pilih Pengganti Ayatollah Ali Khamenei

“Kondisi ini menunjukkan kelemahan mendasar dari segi kualitas pekerjaan,” tulis Bank Dunia.

Lembaga internasional tersebut juga mencatat tekanan terhadap pendapatan masyarakat kelas menengah. Upah riil pekerja berketerampilan menengah dan tinggi tercatat mengalami penurunan sekitar 1% hingga 2% per tahun sejak 2018.

Penurunan daya beli tersebut berdampak langsung terhadap komposisi kelas menengah Indonesia. Proporsi pekerja yang memperoleh pendapatan pada kategori kelas menengah turun drastis dari 14,5% pada 2018 menjadi sekitar 7% pada 2025.

Penyusutan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang sebelumnya berada di kelompok kelas menengah turun ke kelompok rentan atau menuju kelas menengah (aspiring middle class). Faktor utamanya adalah terbatasnya lapangan kerja formal dengan gaji yang kompetitif serta melemahnya pertumbuhan pendapatan riil dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Bank Dunia, kondisi ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian struktural antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lapangan kerja yang diciptakan.

“Tren-tren ini menggarisbawahi ketidaksesuaian struktural yang terjadi, di mana sektor perekonomian menciptakan lapangan kerja baru, tetapi jumlah lapangan kerja produktif dan berupah tinggi yang dibutuhkan untuk mendukung mobilitas sosial ke atas dan memperluas kelas menengah masih belum memadai,” tulis Bank Dunia.

Peringatan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah dan pelaku usaha. Di tengah target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang, penciptaan lapangan kerja berkualitas menjadi faktor kunci agar pertumbuhan tidak hanya meningkatkan angka statistik ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat daya beli masyarakat dan memperluas kelas menengah.

Bagi investor, keberadaan kelas menengah yang kuat memiliki arti strategis karena menjadi mesin utama konsumsi domestik. Oleh karena itu, keberhasilan Indonesia menciptakan pekerjaan formal yang produktif, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan sektor bernilai tambah tinggi akan menjadi penentu penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga  Terseret Dugaan Praktik Medis Ilegal, Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Dicabut
Bank Dunia headline kelas menengah Lapangan Kerja upah riil
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMassa Aksi Demo Mahasiswa Dihadang Polisi saat Menuju Bundaran HI
Next Article BPKH Sambut Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dorong Optimalisasi Dana Rp180 Triliun

Berita Lainnya

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya dalam Pusaran Skandal Korupsi MBG

12 Juni 2026 / 15:39 WIB

Massa Aksi Demo Mahasiswa Dihadang Polisi saat Menuju Bundaran HI

12 Juni 2026 / 13:33 WIB

Video: Usai Bertemu Prabowo, Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik

12 Juni 2026 / 13:00 WIB

4.151 Personel TNI-Polri Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini

12 Juni 2026 / 11:38 WIB

Comeback Indah Korsel Tekuk Ceko di Piala Dunia 2026, Hwang In-beom Bintangnya!

12 Juni 2026 / 11:18 WIB

BC Place Vancouver, Stadion Atap Buka Tutup Terbesar di Dunia

12 Juni 2026 / 10:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Serangan Israel Hantam Jembatan Al-Qasmiyeh di Lebanon

Kristo Suryokusumo24 Maret 2026 / 17:00 WIB

Fenomena Home Bias dan Depresiasi Ekstrem Rupiah

12 Juni 2026 / 15:48 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya dalam Pusaran Skandal Korupsi MBG

12 Juni 2026 / 15:39 WIB

BPKH Sambut Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dorong Optimalisasi Dana Rp180 Triliun

12 Juni 2026 / 15:15 WIB

Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Tergerus, Upah Riil Turun dan Pekerjaan Berkualitas Menyusut

12 Juni 2026 / 13:48 WIB

Massa Aksi Demo Mahasiswa Dihadang Polisi saat Menuju Bundaran HI

12 Juni 2026 / 13:33 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.