Jakarta (tutur.co.id) – Wukuf atau puncak ibadah haji menjadi salah satu moment penting dalam rangkaian ibadah haji. Namun tak sedikit yang masih belum tahu apa maksud wukuf. Kali ini redaksi akan coba mengupas arti wukuf hingga Waktu pelaksanaan, tata cara hingga amalan yang dilakukan.
Wukuf sendiri maknanya adalah puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji yang wajib dilakukan dengan berdiam diri, berdoa, berzikir dan bertaubat kepada Allah SWT di Padang Arafah. Ritual ini berlangsung pada tanggal 9 Dzulhijjah dan menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji.
Terdapat sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa “Haji itu adalah Arafah,” yang menunjukkan betapa pentingnya rukun ini. Pada hari ini, Allah SWT sangat membanggakan hamba-Nya yang berkumpul di Arafah dan menurunkan ampunan serta membebaskan banyak manusia dari siksa api neraka
Selain sebagai penentu sahnya haji, wukuf memiliki beberapa dimensi penting yang perlu dipahami. Wukuf sendiri berasal dari bahasa Arab wuquf yang berarti “berhenti” atau “berdiam diri”.
Dari segi spiritual, ini dimaknai sebagai berhenti sejenak dari kesibukan duniawi untuk melakukan perenungan mendalam, bertaubat, dan mengenali diri sendiri.
Waktu Pelaksanaan Wukuf
Wukuf dilaksanakan mulai dari tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbenamnya matahari pada hari yang sama. Ibadah ini dilakukan di Padang Arafah sebagai symbol dari Padang Mahsyar di mana manusia kelak akan dikumpulkan dengan status, pakaian dan kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT.
Untuk amalannya, jemaah dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan waktu dengan mendengarkan khotbah wukuf, melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak taqdim. Lalu diikuti dengan memperbanyak istighfar, zikir, dan membaca doa.
Meskipun bisa dilakukan dalam rentang waktu yang lama, inti dari wukuf adalah kehadiran jemaah di kawasan Padang Arafah pada waktu-waktu tersebut.

