Jakarta (tutur.co.id) – Bintang Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, kembali mencatat sejarah setelah resmi memenangkan penghargaan Most Valuable Player (MVP) NBA musim 2025/2026. Pengumuman tersebut disampaikan NBA pada Minggu (17/5) waktu Amerika Serikat.
Keberhasilan ini membuat Gilgeous-Alexander meraih gelar MVP NBA untuk dua musim berturut-turut bersama Thunder. Pebasket asal Kanada itu kini masuk dalam daftar elite pemain NBA yang mampu memenangkan penghargaan MVP lebih dari satu kali.
SGA, sapaan akrabnya, menjadi pemain ke-18 dalam sejarah NBA yang meraih setidaknya dua penghargaan MVP, sekaligus pemain ke-14 yang berhasil mempertahankan gelar MVP secara beruntun.
Keberhasilan Gilgeous-Alexander juga memperpanjang dominasi pemain internasional dalam perebutan MVP NBA. Sejak 2019, penghargaan pemain terbaik NBA selalu dimenangkan oleh pemain kelahiran luar Amerika Serikat.
Rangkaian tersebut dimulai dari Giannis Antetokounmpo bersama Milwaukee Bucks pada 2019 dan 2020, lalu Nikola Jokic dari Denver Nuggets pada 2021 dan 2022. Joel Embiid memenangkannya pada 2023 sebelum Jokic kembali merebut gelar pada 2024.
Kini, Shai Gilgeous-Alexander menjadi MVP NBA pada musim 2025 dan 2026.
Selain SGA, dua finalis MVP musim ini juga berasal dari luar AS, yakni Nikola Jokic asal Serbia dan center muda San Antonio Spurs, Victor Wembanyama dari Prancis.
Ini menjadi musim kelima secara beruntun di mana posisi tiga besar voting MVP diisi pemain internasional.
Pelatih Oklahoma City Thunder, Mark Daigneault, menilai perkembangan terbesar Gilgeous-Alexander bukan hanya dari sisi permainan, tetapi juga kepemimpinannya di dalam tim.
Menurut Daigneault, SGA mampu berkembang menjadi sosok pemimpin yang matang tanpa kehilangan karakter aslinya.
Musim ini, Gilgeous-Alexander menjadi motor utama Thunder dalam mempertahankan dominasi mereka di NBA setelah sukses menjadi juara musim lalu.
Ia mencatat rata-rata 31,1 poin per pertandingan, hanya kalah dari Luka Doncic yang memimpin daftar pencetak poin NBA musim ini.
Tak hanya produktif dalam mencetak angka, SGA juga memperpanjang rekor NBA miliknya untuk jumlah pertandingan musim reguler dengan minimal 20 poin menjadi 140 pertandingan secara beruntun.
Selain penghargaan MVP, Gilgeous-Alexander sebelumnya juga memenangkan penghargaan Clutch Player of the Year 2026.
Pebasket berusia 27 tahun itu meraih 96 dari 100 suara peringkat pertama dalam voting penghargaan tersebut berkat performa impresifnya pada momen-momen krusial pertandingan.
Kemampuannya menjaga ketenangan di menit-menit akhir menjadi salah satu faktor utama Thunder mampu tampil konsisten sepanjang musim.
Dalam keterangannya, Gilgeous-Alexander menyebut fokus dan kontrol emosi menjadi kunci permainan terbaiknya.
Ia mengaku selalu berusaha mengesampingkan emosi agar dapat mengambil keputusan tepat di setiap situasi penting.
Setelah meraih penghargaan MVP, Gilgeous-Alexander langsung bersiap menghadapi tantangan besar berikutnya bersama Oklahoma City Thunder.
Thunder dijadwalkan menghadapi San Antonio Spurs pada Gim 1 Final Wilayah Barat NBA 2026, Senin malam waktu AS.
Pertandingan tersebut juga akan mempertemukan dua finalis MVP musim ini, yakni Shai Gilgeous-Alexander dan Victor Wembanyama.
Komisioner NBA Adam Silver dikabarkan akan hadir langsung di Oklahoma City untuk menyerahkan trofi MVP kepada SGA sebelum pertandingan dimulai.
Momen tersebut menjadi penghargaan individu ketiga yang diterima Gilgeous-Alexander dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, setelah sebelumnya memenangkan MVP NBA musim lalu dan MVP Final NBA 2025.
Di sisi lain, Nikola Jokic gagal mempertahankan peluang meraih gelar MVP kelimanya meski kembali mencatat statistik luar biasa.
Center Denver Nuggets itu menutup musim reguler dengan rata-rata tripel-dobel, yakni 27,7 poin, 12,9 rebound, dan 10,7 assist per pertandingan.
Meski demikian, performa konsisten dan dominasi Shai Gilgeous-Alexander bersama Oklahoma City Thunder membuat voting MVP musim ini kembali berpihak kepada sang guard asal Kanada tersebut. (sas)

