Beijing (Tutur.co.id) – Pemerintah China menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait operasi militer di kawasan tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan stabilitas di Selat Hormuz hanya dapat dicapai melalui langkah deeskalasi dan penghentian konflik secara menyeluruh.
“Situasi di Selat Hormuz tetap tegang. Hanya melalui gencatan senjata dini dan penuh, kondisi yang diperlukan untuk deeskalasi dapat tercipta,” ujar Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing.
Ia juga menegaskan bahwa negara-negara di kawasan memiliki hak yang harus dihormati dalam setiap langkah internasional terkait keamanan di Selat Hormuz.
“Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara pesisir harus dihormati,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Donald Trump mengumumkan penghentian sementara “Project Freedom”, operasi militer AS yang bertujuan mengawal kapal keluar dari Selat Hormuz. Trump menyebut langkah itu dilakukan untuk memberi ruang terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.
China sebelumnya juga berulang kali menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog dan negosiasi, serta menolak langkah-langkah yang dinilai dapat memperburuk situasi di Timur Tengah.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia karena menjadi rute utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk. Ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut memicu kekhawatiran banyak negara terhadap stabilitas perdagangan global dan keamanan energi internasional.

