Jakarta (tutur.co.id) – Massa buruh mulai berdatangan ‘mengepung’ kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarat Pusat yang akan menjadi pusat perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat 1 Mei 2026.
Para buruh tampak sangat antusias, hal itu terbukti sejak pagi rombongan iring-iringan bus yang datang dari berbagai kota di Indonesia mulai berdatangangan ke pintu Patung Kuda, monas.
Berdasarkan pantauan reporter Tutur, masa kompak menggunakan pakaian dari masing-masing organisasinya yang bertuliskan “May Day 2026” dan juga atribut seperti bendera maupun topi.
Panggung besar yang berada tepat di samping Tugu Monas juga sudah mulai terdengar alunan musik yang dibawakan oleh Band Kotak turut menghibur kerumunan lautan masa.
Tak hanya itu, acara yang rencananya akan dimulai pukul 08.00 WIB juga akan turut dihadiri oleh Presiden Prabowo, dan akan menaiki panggung acara sekitar pukul 09.00 WIB.
Adapun diberitakan sebelumnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, May Day 2026 akan fokus digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Ratusan ribu buruh akan berkumpul.
Dalam momentum hari buruh 2026, mereka membawa 11 tuntutan yaitu mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan baru, menghapus outsourcing, serta menolak upah murah. Mereka juga meminta antisipasi dampak konflik global yang berpotensi memicu PHK massal di Indonesia.
Selain itu, KSPI mendorong reformasi pajak dengan menaikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta dan menghapus pajak atas THR, pesangon, serta jaminan sosial. Buruh juga menuntut perlindungan industri TPT dan nikel, moratorium industri semen, ratifikasi Konvensi ILO 190, penurunan potongan ojol menjadi 10 persen, revisi UU perselisihan hubungan industrial, serta pengangkatan honorer menjadi ASN penuh waktu.

