Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (29/4/2026), di tengah tekanan global yang belum mereda.
Pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026), rupiah ditutup melemah 32 poin ke level Rp17.243 per dolar AS, setelah sempat tertekan hingga 45 poin dari posisi sebelumnya Rp17.211. Sementara pada pembukaan pagi, rupiah juga sudah menunjukkan pelemahan tipis sebesar 10 poin ke level Rp17.221 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan berfluktuasi. “Untuk perdagangan besok, rupiah berpotensi bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp17.240–Rp17.280,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh ketidakpastian global, terutama terkait proses negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menemukan titik terang. Kondisi di jalur strategis Selat Hormuz yang masih terganggu juga memperparah kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Selain itu, pelaku pasar kini menanti hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang diperkirakan akan memberikan sinyal baru terkait arah suku bunga. Ekspektasi kebijakan moneter tersebut membuat dolar AS tetap kuat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Ketergantungan terhadap aliran modal asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap tekanan eksternal,” tambahnya.
Sementara itu, Bank Indonesia menegaskan bahwa pelemahan rupiah masih sejalan dengan tren mata uang kawasan. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyebut tekanan dipicu meningkatnya ketidakpastian global, dengan pelemahan rupiah secara year-to-date sekitar 3,54%.
Untuk menjaga stabilitas, BI terus melakukan intervensi di pasar valuta asing, baik melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun offshore Non-Deliverable Forward (NDF), serta pembelian surat berharga negara di pasar sekunder. Cadangan devisa Indonesia juga tetap solid di level US$148,2 miliar hingga akhir Maret 2026.

