Horsens (Tutur.co.id) – Langkah tim putra Indonesia di laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026 tidak dimulai dengan mulus. Bermain di Forum Horsens, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Christo Popov pada partai pembuka, membuat Indonesia sementara tertinggal 0-1 dari Prancis.
Jonatan takluk dalam dua gim langsung dengan skor 19-21, 14-21. Meski demikian, ia menilai kondisi fisiknya sebenarnya tidak menjadi kendala utama dalam pertandingan tersebut.
Pada gim pertama, Jonatan sempat menunjukkan perlawanan sengit. Ia mampu mengikuti ritme permainan lawan dan beberapa kali menyamakan kedudukan. Namun, momentum yang sempat berada dalam genggaman justru lepas akibat kesalahan sendiri.
“Dari segi fisikal semuanya baik tapi mungkin memang sedikit terhambat di bagian lowernya. Tapi saya sudah melakukan yang terbaik, untuk recovery juga sangat baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis PP PBSI usai laga sambil menyesali peluang yang terbuang.
Menurut Jonatan, kegagalan mengamankan gim pembuka menjadi titik krusial yang mempengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan. Ia juga tidak menampik kualitas permainan lawan. Christo, menurutnya, tampil solid dan sabar sepanjang pertandingan.
“Disayangkan memang di gim pertama harusnya itu modal yang cukup bagus. Tapi ketika lepas, momentumnya itu yang harus dibangun lagi dan tidak mudah dengan kondisi yang ada juga. Selain itu, Christo juga bermain cukup baik hari ini, dari defense-nya, dari lebih sabarnya juga,” ucap Jonatan.
Meski tertinggal, peluang Indonesia untuk membalikkan keadaan masih terbuka melalui empat partai berikutnya. Pada laga kedua, Alwi Farhan dijadwalkan menghadapi Alex Lanier dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat. Harapan berikutnya bertumpu pada Anthony Sinisuka Ginting yang akan menghadapi Toma Junior Popov. Pengalaman Ginting di ajang beregu diharapkan mampu menghadirkan poin penyeimbang.
Dari sektor ganda, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani akan menghadapi Eloi Adam/Leo Rossi, sebelum ditutup oleh laga ganda antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan pasangan bersaudara Christo Popov/Toma Junior Popov.
Indonesia membutuhkan setidaknya tiga kemenangan dari empat laga tersisa untuk menjaga peluang finis sebagai juara grup. Di tengah tekanan tersebut, Jonatan menyampaikan permintaan maaf sekaligus harapan kepada rekan-rekannya.
Saya minta maaf karena tidak bisa memberikan poin untuk tim Indonesia. Saat ini kami tertinggal tapi saya berharap, teman-teman tidak terpengaruh dengan hal tersebut,” ujarnya.

