Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Putra Mahkota yang Terbuang Iran Terus Kompori Perang, Gulingkan Rezim!

Putra Mahkota yang Terbuang Iran Terus Kompori Perang, Gulingkan Rezim!

Internasional Toto Pribadi23 April 2026 / 20:09 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Reza Pahlavi, pewaris tahta Kerajaan Iran, seperti dilansir IranWire Sabtu (28/2/2026) menyebut saat ini sedang dilangsungkan operasi “kemanusiaan” di Iran. (Foto:Tutur/IranWire)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Berlin (tutur.co.id) – Reza Pahlavi, putra mahkota dari dinasti Shah, kembali ‘bernyanyi’ menanggapi kondisi negara asalnya Iran. Menurut Reza Pahlavi, menumbangkan rezim Republik Islam Iran menjadi harga mati jika dunia termasuk Eropa ingin aman damai.

Hal itu disampaikan putra dari raja terakhir Iran Mohammad Reza Pahlavi ini saat diminta tanggapan terkait negosiasi Amerika Serikat yang kini menjadi negara tempat tinggalnya dengan negara asalnya, Iran. Ia menegaskan negosiasi bukan solusi.

“(Ketua Parlemen Mohammad Bagher) Ghalibaf dan (Menteri Luar Negeri) Araghchi bukanlah pragmatis; mereka bukanlah reformis, mereka adalah wajah yang berbeda dari mesin yang sama,” kata Pahlavi dalam pidatonya di Berlin, Kamis 23 April 2026.

Ia menambahkan bahwa tokoh-tokoh di dalam Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ditudingnya memang tak menginginkan perdamaian dan kerap beroperasi di balik layer untuk terus menghadirkan kekacauan di Kawasan Teluk.

“Selama rezim ini berkuasa, Anda akan terus menghadapi ancaman ini, dan ancaman tersebut hanya akan semakin buruk. Tidak ada kesepakatan yang akan menyelesaikan ini. Tidak ada negosiasi yang akan menyelesaikan ini. Itu sudah ada dalam DNA mereka,” tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul ketika Pahlavi memperingatkan bahwa Iran terus menimbulkan ancaman bagi Eropa melalui dugaan serangan siber, dukungan untuk serangan di wilayah Eropa, dan kerja sama militer dengan Rusia, termasuk pasokan drone yang digunakan dalam perang di Ukraina.

“Pemerintah Eropa harus berhenti menuruti rezim ini,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, para pejabat senior Iran menyalahkan Washington atas terhambatnya negosiasi perdamaian karena blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan negara itu, sementara Garda Revolusi Iran mengatakan telah menangkap dua kapal asing di Selat Hormuz dan menembaki kapal ketiga karena melanggar peraturan maritim.

Baca Juga  Hodak Tinggalkan Kursi Pelatih Usai Bawa Persib Juara, Siapa Penggantinya?

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran menginginkan dialog dan kesepakatan tetapi pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman adalah hambatan utama bagi negosiasi yang tulus.

Amerika Serikat gencatan senjata Gencatan Senjata AS-Iran headline Perang Iran Reza Pahlavi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMendagri Dorong Para Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
Next Article Fitch Buka Opsi Defisit RI Tembus 3%, Tapi Ada Syarat Keras

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Persib Larang Bobotoh Nyalakan Flare dan Petasan Saat Laga Penentuan di GBLA

Deba Salamah21 Mei 2026 / 06:00 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.