Jakarta (tutur.co.id) – Festival Layang-Layang Internasional Weifang ke-43 resmi digelar di Weifang dengan menghadirkan ribuan layang-layang serta menarik partisipasi dan kunjungan dari berbagai negara. Langit kota tersebut berubah menjadi “kanvas raksasa” yang dipenuhi aneka bentuk dan warna, mulai dari layang-layang berbentuk buaya raksasa, astronot, hingga karakter kartun yang melayang dinamis menghiasi udara.
Lebih dari sekadar atraksi visual, festival ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya yang mempertemukan tradisi dan kreativitas global. Weifang sendiri dikenal sebagai “kota layang-layang dunia” dengan warisan budaya yang telah berlangsung lebih dari dua milenium, menjadikan festival ini simbol pelestarian tradisi sekaligus inovasi seni modern.
