Jakarta (tutur.co.id) – Suasana emosional menyelimuti wilayah selatan Beirut, Lebanon ketika warga mulai kembali ke rumah mereka pasca gencatan senjata sementara antara Israel dan Hezbollah. Kepulangan ini disambut dengan berbagai ekspresi, mulai dari iring-iringan kendaraan, klakson yang dibunyikan, hingga pengibaran bendera sebagai simbol kelegaan setelah menghadapi situasi konflik.
Namun demikian, situasi di lapangan masih tergolong rentan. Gencatan senjata yang berlangsung selama 10 hari dinilai menjadi peluang penting untuk mendorong proses diplomasi lanjutan, di tengah dampak konflik yang telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar serta gelombang pengungsian yang luas.
