Moskow (Tutur.co.id) – Rusia menyerukan kepada komunitas internasional untuk tidak mengabaikan isu Palestina di tengah dinamika konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.
Melalui juru bicaranya, Maria Zakharova, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa mengesampingkan persoalan utama tersebut berisiko memperpanjang siklus kekerasan di kawasan.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (11/4/2026), Zakharova menyebut bahwa upaya menggantikan penyelesaian mendasar dengan solusi sementara atau sekadar menunda pembahasan hanya akan memperburuk situasi.
Ia menegaskan bahwa isu Palestina merupakan inti dari krisis di Timur Tengah dan tidak boleh terpinggirkan oleh perkembangan politik maupun militer yang tengah berlangsung.
Menurut Zakharova, jika persoalan tersebut tidak ditempatkan sebagai prioritas, maka potensi destabilisasi jangka panjang akan semakin besar dan dapat berdampak luas hingga tingkat global.
Ia juga menyoroti kondisi yang terus memburuk di Jalur Gaza dan Tepi Barat, yang dinilai semakin menjauhkan peluang tercapainya solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik.
Dalam kesempatan itu, Rusia kembali mendorong komunitas internasional untuk memperkuat kerja sama dan memprioritaskan penyelesaian isu Palestina melalui jalur politik dan diplomasi.
Moskow menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam upaya mencari solusi damai, dengan menempatkan dialog sebagai pendekatan utama dalam meredakan konflik yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.

