Jakarta (tutur.co.id)- Bulan Januari identik dengan bulan berbenah bagi setiap individu. Daftar resolusi sering dijadikan target capaian yang akan dilewati di 2026. Tidak sedikit juga yang di akhir tahun 2025 masih disibukkan dengan memikirkan resolusi.
Resolusi hadir sebagai perjanjian pada diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang dekat dengan kebaikan. Kenyataannya, resolusi hanya menjadi tumpukan rencana bahkan wacana yang tak berujung eksekusi atau aksi.
Apa yang menyebabkan resolusi sering menguap–tidak terwujud? Berikut beberapa alasan di balik gagalnya resolusi.
1. Motivasi yang kurang
Efek hanya semangat di awal, mengikuti tekanan sosial. Bukan keinginan tulus dari hati. Awal tahun saat semua orang punya resolusi, Anda ikut-ikutan dan berujung memudar di tengah perjalanan.
2. Tujuan yang tidak konkrit.
Resolusi harusnya detil dan jelas. Contoh resolusi Anda yang tidak jelas: “Aku ingin hidup lebih sehat.” Ganti resolusi dengan kalimat aksi untuk tujuan sehat yang lebih tajam. Misal “Aku akan push up 30 kali di pagi hari.”
3. Terlalu banyak resolusi.
Jangan banyak mau, lebih baik Anda fokus pada hal-hal jelas dan bisa Anda lakukan. Sedikit tapi tercapai lebih baik dibandingkan banyak muluk-muluk dan nihil.
4. Tidak siap berubah.
Resolusi membutuhkan kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan. Perubahan terkadang menimbulkan ketidaknyamanan. Maka siapkan mental dan fisik untuk sebuah resolusi.
Jadi bagaimana? Sudah makin yakin sekarang untuk mantap melakukan aksi capai resolusi Anda?

