London (Tutur.co.id) – Premier League kembali menunjukkan dominasinya di panggung Eropa. Untuk musim kedua berturut-turut, kompetisi kasta tertinggi Inggris itu resmi mengamankan tambahan satu slot Liga Champions melalui skema European Performance Spot (EPS).
Kepastian tersebut datang pada Rabu (8/4/2026) dini hari WIB, menyusul kemenangan Arsenal atas Sporting CP dengan skor 1-0 di leg pertama perempat final Liga Champions. Hasil itu semakin memperkokoh posisi Inggris di puncak perolehan koefisien UEFA musim ini.
UEFA memberikan slot tambahan kepada dua liga dengan performa terbaik di tiga kompetisi Eropa. Premier League hampir sepanjang musim memimpin klasemen EPS, didukung oleh pencapaian impresif sembilan klub yang berhasil menembus babak 16 besar. Meski hanya lima tim yang melaju ke perempat final, akumulasi poin sejak fase liga sudah cukup mengamankan posisi Inggris.
Dengan demikian, tim yang finis di posisi kelima klasemen Premier League musim ini dipastikan lolos ke Liga Champions—mengulang keuntungan yang sebelumnya dinikmati Newcastle United pada musim 2024/2025.
Di sisi lain, La Liga disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengamankan slot EPS kedua, unggul atas Bundesligadan Liga Portugal. Namun, Bundesliga masih berpeluang mengejar setelah kemenangan Bayern Munich atas Real Madrid, serta peluang tambahan dari kiprah SC Freiburg di Liga Europa.
Sementara itu, persaingan di papan atas Premier League semakin memanas. Posisi kelima saat ini ditempati Liverpooldengan 49 poin, namun jarak antar tim sangat tipis. Hanya tujuh poin yang memisahkan mereka dari AFC Bournemouthdi peringkat ke-13.
Tim-tim seperti Chelsea, Brentford, Everton, Fulham, Brighton & Hove Albion, Sunderland, hingga Newcastle Unitedmasih berpeluang masuk lima besar, menjadikan perebutan tiket Liga Champions semakin sengit.
Menariknya, skenario jumlah wakil Inggris di Liga Champions musim depan masih bisa bertambah. Jika Aston Villa yang kini berada di posisi keempat menjuarai Liga Europa namun finis di luar lima besar, maka Premier League berpotensi mengirim enam wakil.
Situasi serupa juga berlaku bagi Liverpool yang akan menghadapi Paris Saint-Germain di perempat final Liga Champions. Jika The Reds berhasil menjadi juara namun hanya finis di posisi kelima, maka tiket Liga Champions akan meluas hingga peringkat keenam.
Bahkan, skenario paling ekstrem pun bisa terjadi. Jika Aston Villa menjuarai Liga Europa dan Liverpool menjadi kampiun Liga Champions sekaligus tetap finis di lima besar, maka Premier League berpotensi mengirim tujuh wakil ke Liga Champions musim 2026/2027. Sebuah rekor yang akan semakin menegaskan dominasi klub-klub Inggris di Eropa.

