Islamabad (Tutur.co.id) – Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang dimediasi Pakistan akan disiarkan langsung secara live. Pertemuan ini akan digelar di ibu kota Iran, Islamabad pada Jumat 10 April 2026.
Konflik AS–Iran yang mulai terjadi pada 28 Februari ini memang membuat dunia terguncang. Langkah Iran dengan menutup Selat Hormuz membuat pasokan energi global terganggu. AS sempat memberi ultimatum keras kepada Iran terkait sikapnya menutup Selat Hormuz.
Namun Iran bergeming. Mereka tak takut dengan segala macam intimidasi AS dan Isrel. Terbaru, rakyat Iran justru pasang badan di beberapa infrastruktur dan kilang minyak yang rencananya akan diserang habis-habisan oleh AS. Tak punya rasa takut itu yang membuat AS tampak berkali-kali harus meralat ancamannya. Termasuk bersedia berunding.
Peran Pakistan sebagai Mediator
Pakistan muncul sebagai aktor kunci diplomasi, menggantikan peran negara-negara Timur Tengah macam Oman atau Qatar. Selain mengusulkan gencatan senjata selama 2 minggu, Pakistan juga memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara Washington–Teheran.
Puncaknya, Pakistan akan menjadi tempat bertemunya AS dan Iran. Peran aktif Pakistan ini karena demi menjaga stabilitas kawasan (berbatasan langsung dengan Iran), ketergantungan energi dari Timur Tengah dan tentunya kepentingan geopolitik.
Perundingan ini sangat krusial karena akan menentukan stabilitas Timur Tengah, mempengaruhi harga minyak dunia dan mengurangi risiko perang besar AS–Iran.

