Teheran (Tutur.co.id) – Iran menegaskan posisinya terkait Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik kawasan. Teheran menyatakan jalur strategis tersebut tetap terbuka bagi pelayaran global, namun akan tertutup bagi pihak yang dianggap sebagai musuh.
Pernyataan itu disampaikan oleh penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, yang menekankan bahwa arah akhir konflik akan ditentukan oleh strategi Iran, bukan oleh asumsi pihak lawan.
“Perang akan berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan dengan khayalan dan ilusi para agresor,” ujarnya melalui media sosial X.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato dari Gedung Putih yang menyebut kemampuan militer Iran telah melemah. Trump mengklaim jumlah peluncur rudal Iran kini terbatas dan kapasitas serangan drone serta rudalnya telah berkurang secara signifikan.
Ia juga memperkirakan konflik yang berlangsung akan berakhir dalam dua hingga tiga pekan ke depan, seraya menyebut bahwa situasi saat ini sudah mendekati fase akhir.
Di sisi lain, Iran menegaskan tetap mengendalikan Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi global, terutama bagi negara-negara Asia. Teheran juga mengizinkan kapal-kapal dari negara yang dianggap “bersahabat” untuk tetap melintasi jalur tersebut.

