Tokyo (tutur.co.id)- Pemerintah mendorong percepatan pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Maluku, sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan percepatan ini menjadi arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pengusaha Jepang pada Indonesia–Japan Business Forum di Tokyo.
“Atas arahan Presiden, kami diminta memastikan percepatan investasi transisi energi dan pengembangan Blok Masela,” ujar Bahlil berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Blok Masela merupakan Proyek Strategi Nasional yang dikelola Inpex Masela Ltd dengan nilai investasi mencapai USD 20,9 miliar dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2029.
Bahlil menjelaskan, proyek ini sempat tertunda akibat pembahasan panjang, termasuk skema fasilitas LNG. Namun kini telah menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk penambahan teknologi penangkapan karbon (CCS).
Pemerintah kini fokus mendorong proyek masuk tahap konstruksi. Dengan cadangan gas mencapai 18,54 TSCF dan potensi produksi sekitar 1.200 MMSCFD, proyek ini dinilai strategis untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
“Kalau ini berjalan, ketahanan energi sektor migas kita akan semakin kuat,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi non-fosil seperti panas bumi, air, surya, dan angin sebagai bagian dari strategi transisi energi di tengah ketidakpastian global.

