Teheran (Tutur.co.id) — Iran dilaporkan telah meluncurkan Operasi Janji Sejati 4 gelombang ke-81 lewat serangan rudal yang menargetkan kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Ini menandai konflik masih dalam tensi tinggi meski beredar kabar AS dan Iran bakal duduk semeja di Pakistan.
Sejumlah laporan menyebut rudal anti-kapal yang digunakan dalam serangan tersebut memuat gambar yang membandingkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Yazid bin Muawiyah, figur kontroversial dalam sejarah Islam.

Pesan yang disertakan berbunyi, “Seseorang seperti saya tidak akan berbaiat kepada seseorang seperti dia,” merujuk pada narasi historis yang dikenal luas dalam tradisi Syiah.
Dalam sejarah Islam, Yazid kerap dipandang negatif, terutama oleh komunitas Syiah, karena dikaitkan dengan peristiwa Perang Karbala, yang menyebabkan wafatnya Husain bin Ali.
Penggunaan simbol dan referensi historis ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berlangsung di ranah militer, tetapi juga pada dimensi ideologis dan psikologis. Narasi Karbala sendiri sering digunakan dalam retorika politik Iran untuk membingkai perjuangan sebagai perlawanan terhadap tirani.
Di sisi militer, peluncuran gelombang ke-81 menandakan kesinambungan kemampuan Iran dalam mempertahankan tekanan melalui serangan rudal berulang, termasuk terhadap target maritim dan strategis.

