Jakarta (tutur.co.id) — Di tengah lumpur, jalan terputus, dan dapur-dapur darurat yang terus mengepul, energi menjadi penopang paling dasar bagi kerja kemanusiaan. PT Pertamina (Persero) menggratiskan ratusan ribu liter bahan bakar dan ribuan tabung LPG untuk memastikan bantuan terus bergerak menuju wilayah-wilayah terdampak banjir di Sumatra.
PT Pertamina (Persero) menggratiskan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan yang mengangkut bantuan kemanusiaan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana banjir di sejumlah daerah Sumatra dalam beberapa pekan terakhir.
Total BBM gratis yang disalurkan mencapai 654 ribu liter, terdiri atas Dexlite, Pertamax, dan Avtur. Pasokan tersebut digunakan untuk mendukung mobilisasi bantuan darat maupun udara, termasuk distribusi logistik dan evakuasi korban.
“Kami bersama BNPB memberikan dukungan bahan bakar untuk membantu moda transportasi yang membawa bantuan kemanusiaan. Total BBM yang disalurkan mencapai 654 ribu liter, terdiri dari Dexlite, Pertamax, dan Avtur yang dikombinasikan,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, dalam konferensi pers Update Penanganan Pascabencana, Jumat (9/1).
Tak hanya BBM, Pertamina juga menyalurkan bantuan LPG gratis untuk dapur umum dan posko pengungsian. Total LPG yang didistribusikan mencapai 18.938 kilogram, setara dengan sekitar 1.500 tabung. Pasokan ini menjadi penopang utama aktivitas memasak bagi ribuan pengungsi yang bergantung pada dapur darurat.
“Untuk dapur umum, kami membantu dengan memberikan Bright Gas untuk memasak. Pasokan ini disalurkan ke 111 dapur umum dan 164 posko pengungsian,” kata Arya.
Menurut dia, ketersediaan energi memasak menjadi kebutuhan mendesak agar dapur umum dapat beroperasi tanpa hambatan.
Di lapangan, bantuan energi sering kali menjadi faktor penentu kelancaran kerja kemanusiaan. Tanpa bahan bakar, kendaraan logistik tak bergerak, genset rumah sakit tak menyala, dan dapur umum berhenti beroperasi. Karena itu, Pertamina juga menyalurkan genset untuk posko pengungsian dan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.
Selain itu, perusahaan pelat merah tersebut memberikan bantuan medis serta membangun sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Air bersih kerap menjadi persoalan serius pascabencana, terutama di daerah yang infrastruktur airnya rusak atau terendam banjir.
“Kami juga melaksanakan bantuan penyediaan air bersih karena melihat adanya potensi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih saat terjadi bencana,” ujar Arya.
Bagi warga terdampak banjir, bantuan ini bukan sekadar angka dalam laporan. Ia hadir dalam bentuk dapur yang tetap mengepul, lampu yang menyala di posko pengungsian, dan air bersih yang kembali mengalir. Di tengah proses pemulihan yang masih panjang, pasokan energi menjadi fondasi sunyi yang menjaga roda kemanusiaan tetap berputar.

