Washington DC (Tutur.co.id) – Sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Asia dilaporkan belum siap memberikan dukungan terhadap operasi militer terkait Iran. Sikap ini disebut tidak lepas dari menurunnya tingkat kepercayaan terhadap arah kepemimpinan Washington dalam menangani konflik tersebut.
Laporan media The American Conservative menyebut negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan memilih bersikap hati-hati, meski Amerika Serikat terus mendorong keterlibatan mereka, termasuk dalam upaya pengamanan jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Dalam laporan itu, salah satu faktor utama yang mempengaruhi sikap para sekutu adalah persepsi bahwa kebijakan luar negeri AS saat ini dinilai belum memiliki arah strategi yang jelas. “Pertanyaannya adalah: apakah AS menjalankan sebuah strategi, atau bertindak berdasarkan impuls satu pemimpin yang tidak menentu?” demikian kutipan dalam artikel tersebut.
Situasi menjadi semakin kompleks karena Presiden AS Donald Trump mengirimkan sinyal yang dinilai tidak konsisten. Di satu sisi, ia meminta dukungan negara-negara lain untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, namun di sisi lain juga menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan tersebut.
Sejumlah negara sekutu pun merespons dengan penuh kehati-hatian. Jepang dan Australia, misalnya, belum menunjukkan komitmen untuk terlibat langsung dalam operasi militer, meski tetap menyatakan dukungan terhadap stabilitas kawasan.
Sikap ini mencerminkan dinamika baru dalam hubungan aliansi global, di mana negara-negara mitra kini semakin mempertimbangkan risiko politik domestik serta ketidakpastian strategi sebelum memutuskan untuk terlibat dalam konflik berskala besar.

