Teheran (Tutur.co.id) – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ali Mohammad Naini tewas pada Jumat 20 Maret 2026 setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menyasar beberapa lokasi di Iran. Hal ini menandakan kampanye pemusnahan petinggi Iran masih terus berlanjut.
Ali Mohammad Naini (68) adalah seorang tantara berpangkat brigadir jenderal yang menjabat sebagai juru bicara IRGC pada tahun 2024. “Ali Mohammad Naini gugur dalam serangan teroris pengecut dan kriminal oleh pihak Amerika-Zionis pada subuh hari,” tulis pernyataan resmi IRGC, Jumat 20 Maret 2026.
Ironisnya, kematian Ali ini terjadi hanya beberapa jam setelah ia muncul di televisi nasional untuk menegaskan bahwa Iran punya kapasitas penuh untuk memproduksi rudal, bahkan dalam kondisi perang sekalipun.
“Industri rudal kami layak mendapatkan nilai sempurna dan tidak ada kekhawatiran kami dalam hal ini, karena bahkan dalam kondisi perang kami terus memproduksi rudal,” kata Naini saat itu.
Sebaliknya, pada hari Kamis lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik.
Tentara Israel juga membenarkan bahwa pada hari Jumat mereka melakukan serangan di seluruh Teheran timur, saat negara itu merayakan Tahun Baru Persia, Nowruz, yang tahun ini bertepatan dengan Idulfitri.

