Washington DC (Tutur.co.id) – Kepala Intelijen Amerika Serikat, Tulsi Gabbard mengakui bahwa AS dan Israel tidak sejalan dalam tujuan perang melawan Iran. Hal ini disampaikan Gabbard dalam kesaksiannya di hadapan Komisi Intelijen Kongres AS.
“Tujuan perang presiden (Donald Trump) berbeda dengan tujuan perang dari pemerintah Israel,” kata Gabbard saat menjawab pertanyaan anggota kongres, Joaquin Castro, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat 20 Maret 2026.
Menurut Gabbard, tujuan Israel menyerang Iran karena mengincar kepemimpinan di Iran termasuk dengan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat-pejabat pentingnya. Termasuk siapapun pengganti Ayatollah Ali Khamenei.
“Sedangkan Presiden AS punya tujuan untuk menghancurkan rudal balistik dan peluncur rudal balisitik serta melemahkan kemampuan produksi senjata dan IRGC,” kata Gabbard.
Dalam kesempatan itu, Gabbard tampak dicerca dengan banyak pertanyaan dan sebagian besar ia enggan menjawab pertanyaan anggota kongres tersebut.

