Jakarta (Tutur.co.id) – Bos Djarum Group Michael Bambang Hartono wafat pada Kamis kemarin 19 Maret 2026. Ada beberapa catatan menarik dari sosok yang pernah tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia ini, salah satunya jago main kartu. Berikut profilnya.
Michael Hartono adalah salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia dan Asia Tenggara. Ia dikenal sebagai pemilik Djarum serta investor utama di Bank Central Asia (BCA). Lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939, ia merupakan kakak dari Robert Budi Hartono yang juga masuk dalam daftar orang tajir di tanah air.
Selain kaya dari rokok (Djarum) dan perbankan (BCA), Michael Hartono juga berinvestasi dalam banyak bidang. Diantaranya investasi di bidang digital dan teknologi. Begitu juga dengan properti dan agribisnis.
Michael Hartono melanjutkan bisnis keluarga setelah ayahnya, Oei Wie Gwan, meninggal dunia. Bersama saudaranya, Robert, ia berhasil mengembangkan Djarum yang sempat menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.
Langkah paling strategisnya adalah saat mengakuisisi BCA setelah krisis moneter 1998. Keputusan ini menjadi turning point karena BCA kemudian tumbuh menjadi bank swasta terbesar di Indonesia.
Fakta-Fakta Menarik Michael Hartono
Pernah Jadi Orang Terkaya Nomor 1 di Indonesia. Michael dan Robert Hartono hampir selalu berada di posisi puncak daftar orang terkaya Indonesia selama bertahun-tahun.
Jarang Tampil di Publik. Berbeda dengan banyak konglomerat lain, Michael Hartono sangat menjaga privasi. Ia hampir tidak pernah tampil di media atau wawancara terbuka.
Jago Main Kartu (Bridge). Bahkab ia dikenal sebagai pemain bridge profesional dan bahkan pernah mewakili Indonesia di kompetisi internasional.
Investasi Awal di Teknologi Global. Melalui Djarum Group, Hartono bersaudara termasuk investor awal di berbagai perusahaan teknologi besar, salah satunya Blibli dan juga investasi di perusahaan global.
Penyelamat BCA Saat Krisis. Saat krisis 1998, banyak bank runtuh. Namun Hartono bersaudara melihat peluang dan mengambil alih BCA — keputusan yang kemudian menjadi salah satu investasi terbaik dalam sejarah Indonesia.
Filantropi dan Olahraga. Melalui Djarum Foundation, ia selalu aktif mendukung dunia bulutangkis lewat PB Djarum, salah satu klub terbesar di Indonesia.
Terakhir, bersama adiknya, ia juga mengakuisisi klub sepak bola Italia, Como 1907 lewat Djarum Group pada tahun 2019. Kini Como sendiri menjadi klub papan atas di Liga Italia, Serie A.

