Karawang (Tutur.co.id) – PT Jasamarga Transjawa Tol mengoptimalkan layanan di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, dengan mengoperasikan seluruh 22 gardu untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi pada Rabu (17/3/2026).
Pengoperasian penuh gardu tersebut dilakukan bersamaan dengan penerapan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dari arah barat menuju timur Trans Jawa. Bahkan, empat gardu yang dalam kondisi normal digunakan untuk arus masuk ke arah Jakarta turut difungsikan untuk melayani kendaraan keluar menuju jalur mudik.
Untuk mempercepat proses transaksi, petugas di gardu tambahan tersebut dilengkapi dengan perangkat mobile reader (MR), sehingga antrean kendaraan dapat ditekan seminimal mungkin.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan seluruh gardu di GT Cikampek Utama telah dioperasikan secara maksimal guna mengakomodasi peningkatan volume kendaraan.
“Sebanyak 22 gardu telah difungsikan untuk melayani arus kendaraan dari arah barat menuju timur Trans Jawa,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Selain penerapan sistem satu arah, pengelola jalan tol juga memberlakukan rekayasa lalu lintas lawan arus (contra flow) mulai dari KM 36 di wilayah Bekasi. Kebijakan tersebut bersifat situasional dan disesuaikan dengan kondisi kepadatan lalu lintas dari arah Jakarta.
Meski puncak arus mudik diprediksi terjadi pada hari ini, Jasamarga menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika lonjakan kendaraan masih terjadi pada hari berikutnya, optimalisasi layanan di seluruh gardu tol akan tetap dilakukan.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus kendaraan serta memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang melintas di jalur Trans Jawa.

