Washington (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan pemerintahannya sedang mempertimbangkan kesepakatan besar dengan Kuba. Namun prioritasnya saat ini masih menyelesaikan konflik dengan Iran.
Berbicara kepada wartawan, Trump menyatakan bahwa Kuba sebenarnya ingin mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat setelah puluhan tahun diwarnaia ketegangan diplomatik kedua negara.
“Kami akan membuat kesepakatan dengan Kuba atau melakukan apa pun yang perlu dilakukan,” kata Trump.
Trump juga menambahkan bahwa banyak orang telah menunggu perubahan hubungan AS–Kuba selama puluhan tahun. “Orang-orang sudah menunggu 50 tahun untuk ini tapi kami tangani Iran dulu sebelum Kuba,” tegasnya.
Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik militer AS dengan Iran. Ditambah dengan krisis ekonomi dan energi yang sedang melanda Kuba saat ini.
Sejumlah laporan menyebut Washington sedang melakukan pembicaraan dengan Havana mengenai kemungkinan kesepakatan politik atau ekonomi, meskipun Trump juga sempat mengisyaratkan bahwa langkah yang lebih keras tetap menjadi opsi jika negosiasi gagal.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya baru untuk menata kembali hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba, yang selama lebih dari setengah abad diwarnai ketegangan politik, embargo ekonomi, dan hubungan diplomatik yang tidak stabil sejak Cuban Revolution pada 1959.
Selama beberapa dekade, berbagai cara telah dilakukan pemerintahan AS untuk ‘menaklukkan’ Kuba termasuk dengan cara memberi tekanan ekonomi hingga upaya normalisasi hubungan.
Ia juga mengisyaratkan bahwa Washington siap menempuh berbagai opsi—baik diplomasi maupun langkah lain untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat di kawasan Karibia.

