Washington (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pemerintah belum tahu secara pasti terkait dengan serangan mematikan yang menewaskan 160 siswa di Iran.
Sebelumnya, sebuah laporan menyebutkan kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam serangan sadis tersebut. Dan dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih itu, seorang wartawan mempertanyakan indikasi keterlibatan AS dalam serangan itu.
Namun Trump hanya menjawab singkat. “Kami tidak tahu dan itu masih dalam penyelidikan,” kata Trump singkat.
Sebagai catatan, dalam serangan bom pada 28 Februari 2026, satu sekolah dasar perempuan di Kota Minab Iran Selatan ikut rata dengan tanah. Lebih dari dari 160 siswa dan guru tewas dalam serangan itu.
Beberapa laporan media dan penyelidikan awal militer AS menyebut bahwa sebuah rudal Tomahawk milik Amerika kemungkinan secara tidak sengaja menghantam sekolah tersebut.
Diduga akibat penggunaan data intelijen lama yang mengidentifikasi lokasi itu sebagai fasilitas militer Iran menjadi alasan terjadinya tragedy memilukan itu.
Pentagon mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan menegaskan bahwa militer Amerika Serikat sejatinya tidak ingin menargetkan fasilitas sipil atau dengan kata lain diluar kesengajaan.
Insiden ini menjadi salah satu korban sipil terbesar dalam konflik AS–Iran tahun 2026, dan memicu kecaman internasional serta tuntutan penyelidikan independen dari berbagai organisasi global.

